Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 13 November 2019
Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung

Presiden Jokowi (kedua kiri) dan Ketum NasDem Surya Paloh (kiri) saat penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Nasdem. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Jerry Massie menilai, aksi saling rangkul-merangkul antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akan menimbulkan reaksi panjang.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menduga, akan ada kejutan yang dibuat Jokowi setelah memeluk erat Surya Paloh.

Baca Juga:

Eks Politisi Nasdem Sebut Harusnya Jokowi yang Buka Kongres bukan Anies

"Saya lihat akan ada kejutan lagi akan Jokowi bikin. Karena saya nilai Jokowi orangnya perasa. Lihat saja saat Projo mau bubarkan diri maka Ketum Projo dipanggil jadi wakil menteri," ucap dia kepada wartawan, Selasa (12/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)

Jerry mengatakan, Jokowi terlihat seperti tak ingin melepaskan Nasdem.

"Barangkali koalisi Jokowi mau tetap Nasdem berada di kubu mereka untuk mengamankan pilpres 2024. Kendati suara Nasdem hanya 9,06 persen di parlemen, tapi manuvernya sungguh luar biasa," jelas Jerry.

Kendati akur dan berpelukan, Jerry berpendapat bahwa Nasdem akan tetap bermanuver dengan memajukan kader atau capres mereka pada pilpres mendatang.

"Ini bisa dilihat dengan pernyataaan akan melakukan konvensi capres. Entah Anies Baswedan atau Ridwan Kamil ataukah Surya Paloh sendiri, waktu jualah yang menjawab," imbuhnya.

"Jadi rangkulan Jokowi pertanda politik akur akan terjadi. Tapi bisa saja rangkulan sinetron politik yang dimainkan oleh Surya Paloh," pungkas Jerry.

Baca Juga:

Sindiran Surya Paloh Dianggap Sinyal Laten Perang Dingin Poros NasDem Vs PDIP

Sebelumnya, Presiden Jokowi memeluk erat Surya Paloh di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Nasdem ke-8 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sebelum momen itu tersaji, Surya Paloh dalam sambutannya sempat mengungkapkan keinginannya untuk memeluk erat Presiden Jokowi. "Ingin saya peluk lebih erat tapi tidak bisa," kata Surya.

Sementara Presiden Jokowi dalam pidatonya juga menyinggung soal urusan rangkul merangkul. Ia mengatakan jika dirinya cemburu melihat Suryo Paloh merangkul erat Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya memang tak pernah dirangkul seerat itu," ujar Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

NasDem 'Perang Dingin' dengan PDIP, Pengamat: Itu Normal

#Presiden Jokowi #NasDem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Pimpinan DPR gempar usai beredarnya draf pemakzulan Wapres Gibran berpelat NasDem. Saan Mustopa janji cek keaslian surat!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Indonesia
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Beredar dokumen pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka berpelat Fraksi NasDem di DPR. Simak penjelasan detailnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Batal Dibawa ke Gorontalo, Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Setelah Jumatan
Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024 sekaligus mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, setelah salat Jumat. Rencana pemakaman di Gorontalo dibatalkan.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Batal Dibawa ke Gorontalo, Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Setelah Jumatan
Indonesia
Eks Mendag Rachmat Gobel Tutup Usia, Disemayamkan di Jaksel Pemakaman di Gorontalo
Anggota DPR RI sekaligus mantan Menteri Perdagangan periode 2014–2015, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Jakarta. Jenazah disemayamkan di Jalan Supomo, Jakarta Selatan, dan akan dimakamkan di Gorontalo.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Eks Mendag Rachmat Gobel Tutup Usia, Disemayamkan di Jaksel Pemakaman di Gorontalo
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino merespons isu Gibran ingin mengakuisisi NasDem. Ia menyebut hal itu berani, namun membuka peluang jika ingin bergabung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Bagikan