Tim DVI Tunggu Data Ante Mortem Keluarga Dua WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 12 September 2021
Tim DVI Tunggu Data Ante Mortem Keluarga Dua WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (MP/ Rizky)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengantongi seluruh data ante mortem dari pihak keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang berada di Indonesia.

Dengan demikian, sampai dengan saat ini tim DVI masih belum mendapatkan data dari dua keluarga WNA yang turut menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut.

"Semua keluarga korban yang berada di Indonesia sudah menyerahkan data ante mortem dan keluarganya sudah diambil sampel DNAnya. Sekarang tinggal dua lagi, yang WNA," kata Sespusdokkes Polri, Kombes Pramujoko, Minggu (13/8).

Baca Juga:

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

Tim DVI masih terus berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mendapatkan kelengkapan data ante mortem dari keluarga dua WNA tersebut. Butuh proses dan waktu untuk dapat menemukan keluarga korban dan kelengkapan data.

Kabid DVI akan terus berkoordinasi dengan ICRC atau dari jalur pemerintah melalui Ditjen PAS yang bekerja sama dengan Duta Besar Indonesia melalui dua jalur. Tidak ada kesulitan dalam proses ini, hanya tinggal menunggu waktu saja.

Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)
Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)

"Bisa ICRC atau jalur kedutaan mana yang duluan, nanti pihak keluarga bisa mengirimkan DNA dan hasil pemeriksaan dan kita periksa kembali di Mabes Polri," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, total terdapat tujuh orang korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang telah berhasil teridentifikasi.

Baca Juga:

Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas

Masing-masing korban bernama Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43), Diyan Adi Priyana als Diyan bin Khalil (44), Kusnadi bin Rauf (alm) (44), Bustanil Arifin bin Arwani (alm) (55) serta yang kelima itu bernama Alfin bin Marsum (23).

Kemudian, Mat Idris bin Abdrismon (29) serta Ferdian Perdana bin Sukriadi (28) yang berhasil diidentifikasi pada hari Sabtu (11/9). (Knu)

#Lapas Tangerang #Kebakaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Penyidik Bareskrim Polri juga merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap 23 korporasi yang diduga terkait karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Bagikan