Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tiket Masuk Museum Nasional Naik, DPR Janji Lakukan Pengawasan

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Tiket Masuk Museum Nasional Naik, DPR Janji Lakukan Pengawasan

Keramaian di Museum Nasional, Jakarta. (Foto: YouTube/ Yudist Ardhana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MUSEUM Nasional Indonesia (MNI) resmi menaikkan tarif tiket masuk mulai 1 Januari 2026. Museum dengan koleksi terlengkap di Indonesia itu menaikkan harga tiket hingga dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian merespons penaikan tarif tiket masuk Museum Nasional hingga dua kali lipat tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan agar kebijakan tersebut tidak justru menghambat minat masyarakat dalam mempelajari sejarah dan budaya Indonesia.

Ia menilai penyesuaian tarif perlu dibarengi peningkatan kualitas layanan serta tetap menjamin akses publik terhadap pendidikan dan kebudayaan. Menurutnya, museum memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi yang seharusnya dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Karena museum merupakan ruang edukasi, kebijakan tarifnya harus didukung kajian yang transparan," ujar Lalu, Jumat (2/1).

Ia mendorong penerapan skema tarif berbeda bagi pelajar, mahasiswa, serta kelompok masyarakat rentan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan penaikan tarif tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas museum, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga pengalaman pengunjung. "Harus ada diferensiasi harga bagi pelajar dan mahasiswa, disertai jaminan bahwa penaikan tarif ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pengunjung," tutupnya.

Baca juga:

Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis



Mulai Kamis, 1 Januari 2026, tiket masuk pelajar dibanderol Rp 30.000, sedangkan tiket dewasa menjadi Rp 50.000, naik 100 persen dari harga sebelumnya Rp 25.000. Sementara itu, tiket masuk bagi warga negara asing naik tiga kali lipat dari Rp 50.000 menjadi Rp 150.000. Adapun warga negara asing pemegang KITAS tetap dikenai tarif Rp 50.000.

Kategori tiket rombongan dengan minimal 50 orang dipatok Rp 24.000 untuk anak-anak dan Rp 40.000 untuk dewasa. Sementara itu, tiket masuk Ruang Imersif A tidak mengalami perubahan, tetap Rp 35.000, meski pada masa liburan kuota tiket kategori ini kerap habis.

Sebelumnya, Museum Nasional memberikan akses gratis bagi pelajar SMA dan mahasiswa, sedangkan anak usia 3 hingga 12 tahun dikenai tarif Rp 15.000. Dengan kebijakan terbaru, seluruh pengunjung kini wajib membeli tiket, termasuk mahasiswa yang tidak lagi dikelompokkan secara khusus dan masuk kategori dewasa.(Asp)



Baca juga:

Museum Nasional Pecah Rekor Kunjungan dalam Satu Hari, 12.735 Pengunjung Rela Antre

#Museum Nasional #Museum Nasional Indonesia #Komisi X DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi X DPR akan Panggil Kemendiktisaintek, Minta Penjelasan Pendirian Universitas Republik Indonesia
Pembahasan mengenai URI belum pernah dilakukan bersama DPR.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Komisi X DPR akan Panggil Kemendiktisaintek, Minta Penjelasan Pendirian Universitas Republik Indonesia
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Jelaskan Rencana Pembentukan Universitas Republik Indonesia, Belum Pernah di Rapatkan
Komisi X akan meminta penjelasan langsung kepada pemerintah dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi setelah DPR memasuki masa sidang berikutnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
DPR Desak Pemerintah Jelaskan Rencana Pembentukan Universitas Republik Indonesia, Belum Pernah di Rapatkan
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Komisi X DPR Ingatkan MPLS 2026 Harus Bebas Perploncoan dan Perundungan
Anggota Komisi X DPR RI Dedi Wahidi meminta pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 bebas dari perploncoan, kekerasan, dan perundungan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Komisi X DPR Ingatkan MPLS 2026 Harus Bebas Perploncoan dan Perundungan
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Anggota Komisi X DPR RI dukung usulan tambahan anggaran Perpusnas Rp 357,77 miliar untuk perkuat layanan perpustakaan hingga pemerataan literasi daerah 3T.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Ingatkan Pemerintah Soal Program Peningkatan Kualitas Guru
Dukung kenaikan tunjangan guru non-ASN dan ASN, DPR mengingatkan pemerintah agar peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan tetap menjadi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Juni 2026
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Ingatkan Pemerintah Soal Program Peningkatan Kualitas Guru
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendukung program 150 ribu beasiswa D4 dan S1 untuk guru. DPR juga mengusulkan penambahan kuota serta penyederhanaan proses seleksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Indonesia
Respons Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Masuk Sekolah, DPR Minta Penjelasan ke Kemendikdasmen
Komisi X DPR meminta Kemendikdasmen menjelaskan kesiapan implementasi hingga roadmap implementasi instruksi sekolah Indonesia ajarkan Bahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Respons Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Masuk Sekolah, DPR Minta Penjelasan ke Kemendikdasmen
Bagikan