MerahPutih.com - Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Kota Serang, Banten, Senin (27/4).
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, tiga terduga teroris yang ditangkap berinisial AS, AMA, dan CM.
Baca Juga:
Pemprov DKI Klaim Telah Beri Layanan Kesehatan Jiwa Terhadap 1.730 Orang
Barang bukti yang diamankan salah satunya buku berjudul Imam Samudra.
Selain itu, Densus 88 juga mengamankan senapan dan senjata tajam dari rumah ketiga teroris tersebut. Asep menyebut, pihaknya masih mendalami kelompok jaringan tiga teroris yang diamankan.
“1 laptop, 2 flash disk, 1 hard disk, 2 golok, 3 pisau, samurai (katana), senapan angin, dan busur beserta anak panah,” rinci Asep dalam keteranganya, Selasa (28/4).
Asep menuturkan, penangkapan tersebut merupakan rangkaian operasi Densus 88 di Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyisiran.
“Sampai hari ini masih mendalami seluruh terduga teroris yang ditangkap. Terkait jaringan yang mana masih dianalisis,” jelas dia
Beberapa hari sebelumnya, Densus 88 juga mengamankan terduga teroris berinisial J di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (23/4).
Polri sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa terduga teroris berinisial J merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.
Baca Juga:
Akademisi UGM Perkirakan Mudik Bisa Perpanjang Akhir Masa Pandemi Corona
Polisi belum memberikan keterangan mengenai jaringan empat terduga teroris lainnya.
Asep menuturkan, tim masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
“Terkait dengan jaringan teroris yang mana, ini juga masih terus dilakukan upaya-upaya analisis terkait dengan karakter, kegiatan atau pola pergerakan para terduga teroris tersebut,” tuturnya.
Diketahui, Imam Samudra merupakan terpidana mati kasus terorisme. Imam Samudra terlibat dalam aksi terorisme bom Bali I tahun 2002. Ia dieksekusi mati pada 2008 bersama Amrozi dan Muklas. (Knu)
Baca Juga:

