Tiga Kabupaten Terlibat dalam Pengembangan Geopark Gunungsewu

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 13 Oktober 2017
Tiga Kabupaten Terlibat dalam Pengembangan Geopark Gunungsewu

Goa Pindul salah satu kawasan yang masuk dalam Geopark Gunungsewu (FOTO Dok. Gua Pundul)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Rencana pengembangan Geopark Gunungsewu sebagai salah satu ekosistem wisata terbesar tengah digodok pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas Rizal Primana mengatakan saat ini Bappenas sedang menyusun rencana induk Geopark Gunungsewu.

"Kami mencoba mengintegrasikan. Nantinya bisa menjadi leader pembangunan daerah. Ke depan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Gunungsewu dan lolos validasi oleh UNESCO pada 2019 mendatang," kata Rizal Primana di Gunung Kidul, Jumat (13/10).

Pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional akan membantu Kabupaten Gunung Kidul, Wonogiri dan Pacitan dalam mengembangkan Geopark Gunungsewu yang membentang pada tiga kabupaten tersebut.

Rizal Primana sebagaimana dilansir Antara mengatakan hari ini bersama rombongan dari badan geologi dan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan melakukan asesmen untuk support anggaran 2018 mendatang. Setelah berkunjung ke Gunung Kidul akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan Wonogiri (Jawa Tengah).

"Terkait dengan master plan, nanti ditarik nasional. Secara nasional akan dibuat bagaimana integrasikan (tiga wilayah Gunungsewu). Rencana induk digunakan untuk melihat perkembangan," katanya.

Rizal mengatakan pemerintah pusat berkomitmen ikut mengembangkan Gunungsewu. Mialnya konten display dan pembangunan prasarana. Bappenas tidak sendiri karena juga mengandeng Kementerian Pariwisata.

"Kami akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk percepatan pengembangan Gunungsewu," katanya.

Smentara General Manager Geopark Gunungsewu Budi Martono mengatakan Bappenas siap membantu dalam penyusunan rencana induk secara total termasuk anggaran.

"Intinya kerangka pembangunan Geopark Gunungsewu disusun untuk mengisi kelengkapan. Master plan ditargetkan selesai tahun depan," katanya.

Ia mengatakan nantinya pemerintah pusat akan membiayai sejumlah proyek pembangunan. Misalnya, mushala, area parkir, toilet, area kuliner dengan gazebo, dan rumah joglo sebagai open space serta ruang informasi.

"Nantinya diharapkan bisa menarik wisatawan lebih banyak," katanya.(*)

#Geopark #Gunungkidul #Wisata Gunungkidul #Bappenas
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Cadangan Beras 5 Juta Ton Diklaim Bikin Harga Beras Premium Stabil
harga eceran tertinggi (HET) digunakan sebagai acuan pengendalian harga di tingkat konsumen guna menjaga keterjangkauan pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Cadangan Beras 5 Juta Ton Diklaim Bikin Harga Beras Premium Stabil
Indonesia
Produktivitas 'Sawit Rakyat' Belum Optimal, Tata Kelola Kebijakan Dinilai Jadi Penghambat
Produktivitas Sawit Rakyat dinilai belum optimal. Hal itu akan menjadi keterbatasan selama tata kelola hingga akses modalnya belum dibehani.
Soffi Amira - Senin, 09 Maret 2026
Produktivitas 'Sawit Rakyat' Belum Optimal, Tata Kelola Kebijakan Dinilai Jadi Penghambat
Indonesia
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan, bahwa MBG lebih mendesak dari lapangan kerja. Hal itu pun memicu kontroversi.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Indonesia
Dieng Kini Berstatus Geopark Nasional, Pemerintah Didorong Fokus Kejar Pengakuan UNESCO Demi Cuan Global
Pencapaian status UNESCO Global Geopark akan membuka peluang yang jauh lebih besar bagi kawasan Dieng
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
Dieng Kini Berstatus Geopark Nasional, Pemerintah Didorong Fokus Kejar Pengakuan UNESCO Demi Cuan Global
Travel
Kartu Kuning 2 Tahun Berakhir, Geopark Kaldera Toba Kembali Raih Status Kartu Hijau UNESCO
Status kartu kuning yang diberikan UNESCO kepada Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba di Sumatera Utara sejak 2023 silam akhirnya resmi berakhir.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
Kartu Kuning 2 Tahun Berakhir, Geopark Kaldera Toba Kembali Raih Status Kartu Hijau UNESCO
Indonesia
Buntut Beras Oplosan, Pemerintah Hilangkan HET Beras Premium dan Medium
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan untuk beras biasa hanya akan ada satu harga eceran tertinggi (HET), tak lagi ada HET medium atau HET premium.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 Juli 2025
Buntut Beras Oplosan, Pemerintah Hilangkan HET Beras Premium dan Medium
Indonesia
Strategi Baru Pengelolaan Geopark, DPR Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekologi di Raja Ampat
Hetifah menekankan pentingnya partisipasi masyarakat adat dalam pengelolaan Geopark
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Strategi Baru Pengelolaan Geopark, DPR Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekologi di Raja Ampat
Indonesia
Meratus Resmi Diakui UNESCO, Indonesia Menyala Kini Punya 12 Situs Geopark Dunia
Keunikan dan keindahan bentang alam Indonesia kian diakui dunia.
Wisnu Cipto - Rabu, 16 April 2025
Meratus Resmi Diakui UNESCO, Indonesia Menyala Kini Punya 12 Situs Geopark Dunia
Indonesia
Taman Bumi Kebumen dan Meratus Resmi Jadi Global Geopark UNESCO
Dengan pengakuan itu, jumlah taman bumi di Indonesia yang masuk ke daftar UGG kini menjadi 12.
Dwi Astarini - Rabu, 16 April 2025
Taman Bumi Kebumen dan Meratus Resmi Jadi Global Geopark UNESCO
Indonesia
Bappenas Andalkan Danantara Pacu Investasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bappenas turut membahas model pengelolaan investasi Danatara, termasuk model Temasek
Wisnu Cipto - Senin, 03 Maret 2025
Bappenas Andalkan Danantara Pacu Investasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bagikan