Tiga Hal Tingkatkan Swasembada Pangan

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Senin, 12 Januari 2015
 Tiga Hal Tingkatkan Swasembada Pangan

Buruh tani sedang menanam bibit beras. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan. (Sumber Foto: Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika ingin menyukseskan swasembada pangan untuk menekan impor. Hal tersebut adalah mencerdaskan konsumen atau masyarakat, meningkatkan produksi pangan, serta mengganti pola makan masyarakat.

Menurut Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, ketiga hal tersebut merupakan kunci yang harus dilakukan jika ingin program swasembada pangan nasional berhasil.

Ia mengatakan, bahwa ketergantungan impor Indonesia dalam hal komoditas pangan masih tinggi. Faktanya kita masih menjadi importir nomor tiga di dunia dalam komoditas beras. Selain itu Indonesia juga di daulat oleh US Agrikultur sebagai importir gandum nomor dua di dunia, bahkan dengan sebutan negara maritim, tepung ikan kita juga masih impor dari luar negeri.

“Data bahan pangan yang ada seperti telor dan ayam saat ini kita mandiri, namun perlu diketahui kemandirian tersebut juga semu, karena untuk bibit dan pakan ayam kita juga masih impor,” kata Wali Kota Depok, Senin, (12/1).

BACA JUGA: Jabar Harus Tingkatkan Produksi Beras

Untuk menanggulangi hal tersebut, ia mengatakan, bahwa Indonesia harus dapat meningkatkan produktivitas pangan dengan lebih memberdayakan sektor pertanian. Pembenahan distribusi pupuk dan benih kepada para petani serta memperbaiki irigasi di tanah air harus dilakukan. Selain itu alokasi manajemen penyuluh di bidang pertanian dan pemberian fasilitas seperti mesin bajak sawah juga harus dibagikan tepat sasaran.

“Akulturasi budaya barat dalam perilaku mengkonsumsi makanan juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya impor, kita jadi terbiasa mengkonsumsi roti yang bahannya merupakan impor. Untuk itu kita harus lebih mencintai pangan lokal,” ujar Orang Nomor Satu di Depok.

Mengganti pola makan? Maksudnya adalah melakukan konsumsi yang variatif terhadap pangan lokal karbohidrat non beras seperti kentang, jagung dan singkong.

“Harus memahami dan mencintai sumber karbohidrat lokal, Indonesia memiliki banyak ragam karbohidrat selain nasi yang justru lebih sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya seperti yang dikutip dari depok.go.id.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah dengan sejumlah upaya menargetkan swasembada pangan dalam waktu tiga tahun. Hal ini dilakukan untuk menekan impor komoditas pangan yang besar. (aku)

 

Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

 

BERITA LAINNYA:

Lemahnya Pelayanan Gratis di Sumsel

Seluruh Korban Pohon Tumbang Akan Dapat Bantuan

 

#Swasembada Beras #Swasembada Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Prabowo mengatakan Indonesia kini memiliki surplus pupuk sehingga dapat memenuhi kebutuhan negara lain yang mengajukan permintaan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Indonesia
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Prabowo menegaskan hasil yang mulai terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa waktu.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Indonesia
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Peningkatan produktivitas pertanian itu memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Indonesia
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berada dalam posisi kuat di sektor pangan. Ia mengungkap Australia dan sejumlah negara lain meminta pasokan pupuk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Indonesia
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Pemerintah siapkan teknologi hemat air, percepatan tanam, dan 57 ribu pompa untuk menghadapi kemarau 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Indonesia
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Pemerintah mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan disiapkan untuk mendukung swasembada pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Indonesia
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Lagi Indonesia Produsen Terbesar Mineral Penting
Indonesia telah mengalami swasembada pangan. Di saat, kata Prabowo, masih banyak negara lain yang kesulitan terkait pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Lagi Indonesia Produsen Terbesar Mineral Penting
Indonesia
Usai Beras dan Jagung, Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada daging dalam 4-5 tahun ke depan setelah berhasil swasembada beras, jagung, telur, dan ayam.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Usai Beras dan Jagung, Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun
Indonesia
Cadangan Beras Melimpah Hingga 5 Juta Ton, Indonesia Dinilai Siap Guncang Dunia dengan Swasembada
Keberhasilan ini bersumber dari berbagai program strategis, mulai dari ekstensifikasi sawah, optimalisasi lahan, hingga penyediaan benih unggul dan bantuan alat mesin pertanian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Cadangan Beras Melimpah Hingga 5 Juta Ton, Indonesia Dinilai Siap Guncang Dunia dengan Swasembada
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Bagikan