Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tiga Fakta tentang PDIP

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Sabtu, 10 Januari 2015
Tiga Fakta tentang PDIP

Sumber Foto: Antara Foto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Ratusan kader hadir dari berbagai penjuru nusantara sejak pagi hari dan sudah memadati kantor DPP PDIP yang terletak di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kehadiran mereka untuk merayakan hari jadi partai politik berlambang banteng dengan moncong putih ke 42. Ratusan bendera, spanduk berisi ucapan selamat ulang tahun PDIP bertebaran di sepanjang jalan menuju kantor DPP PDIP.

Puluhan karangan bunga berupa ucapan selamat ulang tahun juga nampak dikantor PDIP. Sejumlah tokoh politik nasional juga hadir dalam acara tersebut, sebut saja Surya Paloh (Ketua Umum DPP Partai NasDem), Jusuf Kalla (Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar) hingga Presiden RI Joko Widodo.

PDIP kini memang tengah menjadi partai pemerintah. Namun demikian butuh waktu dan perjuangan panjang bagi PDIP untuk bisa tampil dalam panggung politik nasional. Sebagai salah satu partai senior di tanah air, tentu saja PDIP mempunyai rekam jejak dan sejarah panjang. Berikut 3 fakta menarik soal PDIP.

1. Megawati Ketua Umum Parpol Terlama


Sejak didirikan pada akhir tahun 1996, hingga kini Megawati Soekarnoputri masih
menjabat sebagai Ketua Umum DPP PDIP. Selain dianggap sebagai pendiri partai, sosok Megawati juga dianggap sebagai figur pemersatu partai.

Dalam sebuah hari ulang tahun (HUT) PDIP ke 42 yang dihelat di kantor DPP PDIP, jalan Lenteng Agung, Jakata Selatan, Sabtu (10/1). Megawati kembali menegaskan bahwa dirinya menerima keinginan kader partai yang meminta dirinya kembali memimpin partai selama lima tahun kedepan (2015-2020).

"Dengan penuh haru saya terima aspirasi tersebut," kata Mega yang juga Presiden Republik Indonesia kelima.

Megawati bukan hanya didukung kader PDIP untuk kembali memimpin partai, bahkan Presiden Joko Widodo juga memberikan dukungan penuh kepada Megawati untuk tampil menahkodai partai.

Dukungan Presiden Joko Widodo disampaikan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IV PDIP di Semarang, Jawa Tengah pada (19/9). Di hadapan ribuan Jokowi mendukung penuh Megawati.

"Walau ini merupakan aspirasi pribadi, tapi saya mendukung agar Ibu Megawati Soekarnoputri tetap sebagai Ketua Umum. Ini karena saya melihat beliau masih
bersemangat," kata Jokowi.

2. PDIP Lahir Dari Gejolak Politik


Kelahiran PDIP tidak lepas dari peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). Peristiwa terjadinya Kudatuli dipicu dari hasil Kongres PDI tahun 1993 yang memilih Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum Partai. Keterpilihan Megawati sebagai pucuk pimpinan partai ditanggapi sinis banyak pihak.

Pada tahun 1996, kubu Soerjadi mengadakan kongres tandingan di Medan, Sumatera Utara dan menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PDI.
Setelah kongres kubu Soerjadi merebut paksa dan menduduki kantor PDI pimpinan Megawati yang bermarkas di jalan Diponegoro kala itu. Aksi pendudukan dilakukan dengan cara brutal dan melalui pesta pora kerusakan.

Usai reformasi tahun 1998, PDIP menjadi partai politik pemenang dalam pemilu presiden (pilpres) tahun 1999. Pada pilpres tahun 1999, PDIP berhasil mendulang suara sebanyak 35.689.073 atau setara dengan 33,74 persen atau setara dengan 153 kursi di DPR RI.

3. Megawati Presiden Perempuan Pertama


Megawati Soekarnoputri bukan hanya sebagai Presiden Republik Indonesia kelima. Megawati adalah presiden perempuan pertama di Indonesia. Megawati menjadi presiden RI kelima pada 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Saat menjadi presiden ibunda Puan Maharani menggantikan Presiden sebelumnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Megawati menjadi Presiden usai MPR mengadakan Sidang Istimewa (SI) MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa dihelat MPR dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pada Pemilu presiden (pilpres) tahun 2004 dan 2009, Megawati mencalonkan diri sebagai calon presiden namun mengalami kegagalan. Kemudian pada pilpres 2014, Megawati mendukung Joko Widodo sebagai capres. Dalam pilpres 2014 lalu, PDIP membentuk poros kekuatan politik yang dinamai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan anggotanya, Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Kerbangkitan Bangsa (PKB).

Meski tidak maju sebagai capres. Pada pilpres 2014, Megawati berhasil menghantarkan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi pemenang dalam pilpres 2014. (BHD/BRO)

 

Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

#Ulang Tahun PDIP #PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Kelompok yang dinilai perlu menjadi prioritas, lanjutnya, meliputi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko mengalami gangguan gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
 Di Harlah PKB Prabowo Sebut PDIP ; Hatinya Sebetulnya Sama Dengan Kita
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Bagikan