Tiga Desa di Boyolali Terkena Hujan Abu Gunung Merapi

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 30 Januari 2019
Tiga Desa di Boyolali Terkena Hujan Abu Gunung Merapi

Hujan abu tipis akibat guguran lava Gunung Merapi menempel di jok sepeda motor, Selasa (29/1). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga desa di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terkena hujan abu tipis akibat guguran lava Gunung Merapi, Selasa (29/1) malam. Ketiga desa tersebut, yakni Desa Mriyan, Desa Sangup, dan Desa Sruni.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, membenarkan ada tiga desa di Kecamatan Musuk yang terdampak hujan abu akibat guguran lava Gunung Merapi. Ketiga desa tersebut berada disebelah timur Gunung Merapi.

Pemandangan Gunung Merapi saat muntahkan lava
Rekaman muntahan lava dari Gunung Merapi (Twitter @BPPTKG)

"Iya, benar ada tiga desa yang kena hujan abu pada Selasa malam. Abu tertiup angin kencang yang pada bersamaan menerjang kawasan lereng Gunung Merapi," ujar Bambang pada MerahPutih.com, Rabu (30/1).

Meskipun terdampak hujan abu dari Gunung Merapi, aktivitas warga di lereng Gunung Merapi tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasanya. Ia mengimbau pada warga agar meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.

"Status Gunung Merapi masih waspada. Guguran lava ini bisa dikatakan masih wajar. Kita akan terus mamantau aktivitas Gunung Merapi," papar dia.

Guguran lava Gunung Merapi semalam mengarah ke kali Gendol Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pukul 20.17 WIB. BPBD bakal terus meningkatkan pemantauan aktivitas Gunung Merapi dengan menerjunkan petugas di daerah rawan terdampak letusan.

"Kita juga meningkatkan berkoordinasi dengan BPPTKG (Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta," papar dia.

Hujan abu tipis akibat guguran lava Gunung Merapi menempel di jok sepeda motor, Selasa (29/1). (MP/Ismail)
Hujan abu tipis akibat guguran lava Gunung Merapi menempel di jok sepeda motor, Selasa (29/1). (MP/Ismail)

Seorang warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, Harmuji, mengatakan hujan abu tipis menempel di jok sepeda motor. Abu juga banyak menempel di daun.

"Saya melihat hujan abu tipis berlangsung selama satu jam. Kita tetap beraktivitas seperti biasanya dan tidak panik," kata Harmuji.

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

#Gunung Merapi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Warga yang tinggal dekat puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Indonesia
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
4 Pendaki dijatuhi sanksi lantaran nekat masuk kawasan puncak Merapi secara ilegal saat gunung itu masih berstatus Siaga (Level III).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Juni 2025
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
Indonesia
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
BPBD DIY mengingatkan untuk tidak mendaki Gunung Merapi saat status siaga. Simak info terbaru dan upaya mitigasi yang dilakukan.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 15 April 2025
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
Indonesia
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Gunung Merapi ditutup karena berstatus naik level III yang dapat membahayakan jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Indonesia
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang masih cukup tinggi sampai awal 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Januari 2025
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Bagikan