Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Oktober 2022
Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...

Tidur siang yang nyenyak dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi kamu. (Foto: Pexels/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI bayi dan anak kecil, tidur siang adalah bagian rutin kehidupan sehari-hari yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan secara keseluruhan. Namun, bagaimana dengan orang dewasa, haruskah kita juga tidur siang?

Beberapa dekade terakhir, para ahli terus mendiskusikan tentang apakah tidur siang pada orang dewasa benar-benar baik untuk kesehatan atau tidak. Tidur siang tentu bisa bermanfaat, jika dilakukan dengan benar dan dalam kondisi yang tepat.

Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...
Durasi tidur siang 20 menit memberi sedikit tidur nyenyak tanpa masuk ke tahap tidur yang lebih dalam. (Foto: freepik/pressfoto)

Tidur siang dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan. Tidur siang yang nyenyak dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi kamu serta membantumu merasa segar kembali.

"Tidur siang meningkatkan sebagian besar, jika tidak semua, aspek kinerja fisik dan kognitif," kata ahli saraf Mayor Allison Brager yang merupakan deputy chief science officer di US Army John F. Kennedy Special Warfare Center and School, AS.

"Mitos umum adalah bahwa orang yang berkinerja tinggi tidak tidur siang. Padahal, atlet terbaik dan banyak tentara tentara tidur siang untuk memastikan mereka dapat memberikan yang terbaik," tambah Brager.

Baca juga:

Kurang Tidur Bisa Bikin Lebih Egoistis

Pedoman tidur siang untuk orang dewasa

Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...
Tidur siang setelah jam 3 sore menyebabkan tidur yang terfragmentasi dan kualitas tidur yang buruk. (Foto: Pexels/Eren Li)

Untuk mendapatkan manfaat penuh dari tidur siang (tanpa tidur berlebihan, yang dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan, peningkatan kelelahan, dan jadwal tidur malam yang terganggu), ikuti beberapa praktik terbaik tidur siang yang tepat.

"Cobalah untuk membatasi [tidur siang] hingga 20 menit," saran associate professor of pulmonary medicine Carolyn D'Ambrosio, MD, FCCP di Yale University School of Medicine, AS yang juga merupakan anggota dewan di Sleep Medicine Network, American College of Chest Physicians.

Baca juga:

Tidur Berkualitas Membuat Kamu Cantik

Durasi yang juga disarankan The National Sleep Foundation, AS itu dapat memberi sedikit tidur nyenyak tanpa masuk ke tahap tidur yang lebih dalam. Cara ini membantu kamu merasa segar tanpa merusak rutinitas tidur malam. Di sisi lain, tidur siang yang berlangsung lebih dari 30 menit dapat membuat kamu merasa pusing atau terganggu.

"Jika kamu perlu tidur siang, waktu terbaik adalah sore hari," kata D'Ambrosio seperti diberitakan Real Simple. Tidur siang terlalu dekat dengan waktu tidur atau setelah jam 3 sore, dapat menyebabkan tidur yang terfragmentasi dan kualitas tidur yang buruk.

Selain itu, jangan mengganti tidur malam dengan sering tidur siang. Brager menjelaskan bahwa gagasan bahwa tidur siang dapat menggantikan tidur malam adalah mitos.

"Ini telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir di komunitas biohacking. Jika kamu tidur siang enam kali sehari sebagai pengganti istirahat malam penuh, kamu bisa sakit dan tubuhmu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih," demikian jelas Brager. (aru)

Baca juga:

Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur

#Kesehatan #Tidur #Tidur Siang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan