Kesehatan

Tidur Berkualitas Membuat Kamu Cantik

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 12 September 2022
Tidur Berkualitas Membuat Kamu Cantik

Susah tidur sering dikaitkan dengan insomnia. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUSAH tidur sering dikaitkan dengan insomnia dan juga jam rawan. Biasanya pada saat jam rawan, seringkali berpikir hal-hal yang membuat overthinking dan bisa membuat stres. Alhasil, jam tidur menjadi tidak sehat. Namun, tahu tidak sih kalau kebiasaan tidur yang sehat merupakan dasar dari setiap rutinitas kesehatan dan kecantikan holistik?

Dikutip Vegamour, tidur membantu mengatur sistem saraf kamu dengan memberikannya kesempatan untuk rileks dan bisa membuat kamu terlihat lebih menarik dan cantik. Maka dari itu, lakukan beberapa kebiasaan tidur berikut agar kamu cantik, antara lain:

Baca Juga:

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur

1. Tetapkan rutinitas sebelum tidur

Hal pertama untuk menghasilkan tidur berkualitas yaitu membuat rutinitas waktu tidur. Kemudian, menjaga rutinitas waktu tidur yang konsisten. Rutinitas malam kamu harus dimulai antara 30 menit hingga satu jam sebelum beranjak tidur. Dalam waktu 30 menit hingga satu jam tersebut dapat mencakup beberapa kegiatan, seperti:

* Mandi air hangat atau mandi santai.

* Nikmati meditasi untuk menenangkan pikiran kamu.

* Mendengarkan musik yang tenang dan menenangkan.

* Tukar ponsel kamu dengan buku yang bagus.

* Melakukan peregangan non aerobik untuk menenangkan otot.

Tidur membantu mengatur sistem saraf kamu. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)


2. Ciptakan lingkungan tidur yang ramah

Menciptakan lingkungan tidur mendukung kebiasaan tidur sehat nyatanya bisa meningkatkan kualitas tidur dan membantu membangun kebiasaan waktu tidur yang positif. Para ahli mengatakan bahwa lingkungan tempat tidur dapat memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan mereka pada saat tertidur.

Lingkungan tidur yang ideal biasanya harus gelap dan nyaman, menggunakan kasur, bantal, dan selimut yang nyaman. Hal tersebut bisa membuat kamu lebih mudah tidur.

Baca Juga:

4 Tips untuk Tidur Malam yang Lebih Nyenyak

3. Berhati-hatilah dengan kopi dan alkohol

Jika kamu khawatir memiliki gangguan tidur, hal pertama yang akan ditanyakan pada seorang profesional adalah konsumsi alkohol dan penggunaan minuman berkafein. Meskipun kedua hal ini dapat dinikmati dalam jumlah sedang, terlalu banyak alkohol dapat mengganggu pola tidur dan bisa menyebabkan insomnia.

Sama dengan minum kafein, dapat mengganggu kamu untuk tidur. Supaya aman, ada baiknya untuk menghindari kafein dalam enam jam sebelum tidur dan ingat bahwa kafein paling baik dinikmati dalam jumlah sedang.

Minum kafein dapat mengganggu kamu untuk tidur. (Foto: pexels/chevanon photography)

4. Ambil Suplemen CBD

Ada sejumlah suplemen herbal yang dikonsumsi oleh beberapa orang untuk meningkatkan kualitas tidur mereka. Namun, tidak ada yang lebih populer dari CBD. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CBD membantu untuk tidur lebih sehat dengan mengurangi rasa cemas dan bisa membuat tidur lebih nyenyak.

5. Berolahraga secara teratur

Berolahraga setiap hari merupakan suatu kebiasaan sehat yang dapat membantu kamu. Menurut penelitian, olahraga dapat merangsang sejumlah sistem yang diperlukan untuk tidur yang lebih sehat, meningkatkan kualitas tidur, dan menambah durasi tidur. (yos)

Baca Juga:

Kualitas Tidur Kini Bisa Dilacak dengan Fitur Baru Apple Watch

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan