Travel

Tidur di Pesawat Bisa Senyaman di Rumah, Ini Rahasianya!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 09 Desember 2019
Tidur di Pesawat Bisa Senyaman di Rumah, Ini Rahasianya!

Tidur di pesawat bisa tetap nyaman (Foto: Suhyeon Choi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDUR di pesawat memang tidak senyaman di kasur rumah. Kecuali kalau kamu menggunakan penerbangan kelas bisnis. Kamu bisa bebas selonjoroan. Terlelap pun gampang banget karena hampir senyaman kasur di rumah.

Namun, kamu bisa mensiasatinya supaya tidur di pesawat bisa sama nyamannya dengan di rumah. Meskipun kamu mengambil penerbangan kelas ekonomi sekalipun. Melansir Huffpost, para Travel Blogger membagikan kiat-kiat itu.

Baca juga:

Supaya Penerbangan Nyaman, Jangan Pakai Ini di dalam Pesawat

1. Jangan mengonsumsi gula apalagi alkohol sebelum terbang

Makanan manis bisa bikin kamu kembung (Foto: Unsplash/Brooke Lark)

Jangan minum yang manis-manis dulu sebelum terbang. Kandungan gula pada makanan dan minuman manis merupakan sumber energi. Ketika menjalani penerbangan, kamu tidak membutuhkan energi karena hanya duduk dan tidur. Sehingga kandungan gula tersebut tidak akan terbakar.

Kandungan gula malah bikin perut kamu tidak nyaman di pesawat. "ketika Anda duduk untuk waktu yang lama, Anda tidak menghabiskan banyak energi, jadi ketika Anda makan makanan asin atau manis, ini akhirnya menyebabkan kembung," ujar travel blogger Meg Jerrard.

Begitu pula dengan mengonsumsi alkohol. Meskipun bikin kamu mudah terlelap, ketika bangun kepala kamu malah pusing. Sebaiknya sih memang jangan mengonsumsi alkohol kapanpun dan di manapun. Karena memang tidak ada manfaatnya.

2. Pakai sepatu yang longgar

Pakai sepatu yang longgar, jangan yang ketat (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Jangan sepelakan alas kakimu. Sepatu yang ketat bikin kamu tidak nyaman di pesawat, apalagi saat menempuh penerbangan yang panjang (5 jam lebih). Kaki kamu bisa bengkak.

Oleh karena itu, pakai sepatu yang longgar. Minimal sepatu tersebut masih menyisakan ruang walau kamu menggunakan kaus kaki. "Satu hal yang saya lakukan yang sangat membantu dalam penerbangan panjang (lima jam atau lebih) adalah mengenakan sepatu slip-on yang sedikit longgar," saran blogger di Blonde Brunette Travel, Kay travel.

Baca juga:

Ukuran Kursi Penumpang Pesawat Bagian Tengah Harus Lebih Lebar?

3. Gunakan bantal travel

Tidur sambil duduk tetap nyaman (Foto: mec.ca)

Kamu memang harus sedikit niat supaya tidur kamu di pesawat nyaman. Jangan lupa bawa bantal travel. Bantal travel akan membuat leher kamu nyaman. Tidur dalam posisi duduk tidak akan membuat kamu pegal.

Ingat, jangan beli bantal travel yang abal-abal. Beli yang lebih mahal, harga tidak akan berbohong karena kualitas busanya pun terjamin. "Ujilah sementara di sofa Anda (bantal travel), dan Anda akan dapat tidur nyenyak di penerbangan berikutnya," ungkap blogger perjalanan dan pencipta Pack This Journal, Danielle Nelson.

4. Kenakan pakaian yang nyaman

Cukup gunakan T-Shirt (Foto: Unsplash/Anomaly)

Hindari menggunakan pakaian yang berkancing seperti kemeja saat terbang. Bahan pada pakaian tersebut tidak nyaman. Cukup menggunkaan t-shirt yang bahannya sejuk dan kenakan bawahan celana longgar seperti celana yoga. "Lapisan sempurna ketika terbang karena suhu pesawat tidak dapat diprediksi," imbuh travel blogger di My Travelling Kids, Christine Johnson.

Bagaimana sahabat Merah Putih, kapan nih mau naik pesawat lagi? (ikh)

Baca juga:

'Nonstop Flight' dan 'Direct Flight', ini Bedanya

#Tidur #Pesawat #Penerbangan #Travel #Tips Penerbangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire–Kaimana alami gangguan mesin dan mendarat darurat di Nabire. Seluruh penumpang selamat, Kemenhub lakukan investigasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Lifestyle
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
AirAsia bekerja sama dengan Hyrox Asia Pasifik untuk mengembangkan wisata olahraga. Kolaborasi mencakup 15 kota dan diskon penerbangan bagi atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Indonesia
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKP, tim medis, dan otoritas terkait yang memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pemberangkatan keluarga ke Makassar hingga penanganan jenazah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Indonesia
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Badan pesawat ditemukan tim SAR darat setelah adanya laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Indonesia
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Indonesia
Cuaca Ekstrem, AirNav Lakukan Divert dan Holding di Bandara Soetta
Cuaca ekstrem di Jakarta menyebabkan gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. AirNav mencatat 15 pesawat holding dan 16 dialihkan demi keselamatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Cuaca Ekstrem, AirNav Lakukan Divert dan Holding di Bandara Soetta
Bagikan