Kesehatan

Tidur ala Militer, Lelap dalam 2 menit

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 20 Maret 2022
Tidur ala Militer, Lelap dalam 2 menit

Tidur ala militer membantu bisa tertidur lelap dalam 2 menit. (foto: pixabay/CDC20)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH kamu susah tidur? Jika ya, teknik dari Angkatan Darat AS ini seharusnya membantu kamu terlelap dalam waktu 2 menit setelah menutup mata.


Teknik ini pertama kali dijelaskan dalam buku Relax and Win: Championship Performance oleh Lloyd Bud Winter yang diterbitkan pada 1981. Justin Agustin, seorang pelatih kebugaran dengan lebih dari 1,7 juta pengikut di Tiktok, membawa teknik ini ke video singkatnya yang menghasilkan lebih dari 7,2 juta penonton. Dalam video itu, Agustin menjelaskan cara tidur dalam 2 menit.
"Pertama, kamu perlu memerhatikan tubuhmu secara rileks dan menutup setiap bagian tubuhmu dari kepala hingga kaki,” kata Agustin dalam video.

BACA JUGA:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan


Mulailah dengan mengendurkan otot-otot di dahi. Rilekskan mata, pipi, rahang, dan fokuslah pada pernapasanmu. Sekarang, turun ke leher dan bahu. "Pastikan bahu kamu tidak tegang. Jatuhkan serendah mungkin dan jaga lengan kamu ke samping, termasuk tangan dan jari,” jelasnya.


Kamu akan merasakan sensasi geli yang hangat, membayangkannya dari atas kepala hingga ujung jarimu. Setelah itu,mulailah mengambil napas dalam-dalam. “Rileksskan dada, perut, paha, lutut, tungkai, dan telapak kaki," katanya. Bayangkan kembali sensasi hangat itu, tapi kali ini dari hati sampai ke jari kakimu.

tidur
Awali dengan memastikan tubuhmu rileks dan tertutup sempurna.(foto:pixabay-cuncon)


Saat melakukan hal itu, kamu disarankan untuk menjernihkan pikiran dari segala tekanan," jelas Agustin. Ia mendorong kamu untuk memikirkan dua skenario: berbaring di sampan yang hanya dikelilingi air danau nan jernih atau berbaring di tempat tidur gantung di ruangan gelap gulita.


Ketika kamu tetap tidak bisa tidur lelap, coba mengulangi kata-kata ini selama 10 detik: ‘jangan berpikir, jangan berpikir, jangan berpikir’.

tidur
Setelah mempraktikkan teknik ini selama enam minggu, kamu akan bisa terlelap dalam 2 menit.(pixabay-2344799)


Menurut Agustin, jika mempraktikkannya setiap malam selama enam minggu, kamu seharusnya sudah bisa tertidur dalam waktu 2 menit setelah memejamkan mata.
Selain teknik itu, meditasi pada malam hari bagus untuk menjernihkan pikiran kamu untuk istirahat malam yang lebih baik.(jul)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan