Tetap Pasok Senjata Israel, Jerman Terikat Beban Dosa Nazi
Bendera Jerman. (ANTARA/foto ilustrasi-Anadolu)
MerahPutih.com - Kanselir Jerman Olaf Scholz menjamin akan tetap mengirimkan pasokan senjata ke Israel, meskipun negara zionis itu tengah dituduh melakukan perang genosida di Gaza.
Serangan Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 42.200 orang dan membuat lebih dari dua juta warga Palestina mengungsi. Namun, Scholz menyalahkan Hamas Palestina atas konflik yang terjadi di Jalur Gaza saat ini.
"Itulah sebabnya kami telah memasok senjata dan persenjataan di masa lalu, itulah sebabnya kami melakukan ini saat ini, dan kami akan melanjutkan pengiriman seperti itu di masa mendatang," kata Scholz, dalam pidatonya di hadapan Parlemen Jerman, dikutip Antara, Kamis (17/10)
Scholz menambahkan Jerman akan terus menunjukkan solidaritas dengan Israel dengan melanjutkan pengiriman senjata untuk memastikan Israel bisa mempertahankan diri. "Israel selalu dapat mengandalkan kami untuk ini," tandas Kanselir Jerman itu.
Baca juga:
KRI Diponegoro Tetap Patroli di Tengah Gempuran Israel ke Lebanon
Untuk diketahui, Jerman telah menjadi sekutu setia Israel sejak lama. Pemerintah Jerman telah berulang kali mengatakan negara mereka memikul tanggung jawab khusus atas keamanan Israel karena masa lalu kelam terkait pembantaian etnis Yahudi oleh Nazi.
Namun, para kritikus mengatakan dukungan menyeluruh Jerman terhadap Israel secara serius merusak kredibilitas Jeman di luar negeri. Jerman juga dituding semakin mengisolasi dirinya di panggung global terkait upaya mendorong gencatan senjata di Gaza. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Trauma 2 Kali Gagal di Fase Grup, Jerman Tolak Label Curacao Lawan Enteng
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel