Terus Bertambah, Oknum TNI Perusakan Polsek Ciracas Jadi 65 Orang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 16 September 2020
Terus Bertambah, Oknum TNI Perusakan Polsek Ciracas Jadi 65 Orang

Konferensi pers terkait penetapan tersangka oknum TNI dalam penyerangan Polsek Ciracas. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumlah tersangka penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, bertambah. Kini totalnya ada 65 prajurit TNI yang jadi tersangka.

"Total semua yang sudah diperiksa sampai saat ini, seluruh oknum prajurit berjumlah 119 orang. Ditetapkan sebagai tersangka 65 orang," kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis, Rabu (16/9).

Mereka terdiri dari 57 oknum TNI AD, 7 TNI AL dan 1 TNI AU.

Baca Juga:

Serang Polsek Ciracas, Oknum TNI Bacok dan Lindas Warga Pakai Motor

"Puspom TNI beserta Puspom AL dan Puspom AU masih terus mendalami proses penyidikan dan penyelidikan kasus perusakan Polsek Ciracas dan sekitarnya," ungkap Eddy.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, total ganti rugi dalam penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur sebesar Rp778.407.000.

Ganti rugi itu terhitung per 15 September 2020.

Dudung mengatakan, santunan diberikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Salah satunya pemberian santunan pada tanggal 12 September kemarin.

"Kemudian yang terakhir pemberian santunan pada tanggal 12 September 2020 ini diberikan langsung oleh KSAD kepada saudara Muhammad Husni Maulana yaitu sopir dari ANTV," tuturnya.

Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)
Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)

Sementara itu, jumlah korban penganiayaan sebanyak 23 orang. Serta total 109 orang mengalami kerusakan materil.

"Rekapitulasi jumlah pengaduan ini tidak ada perubahan. Pertama korban penganiayaan ada 23 orang. Kerusakan materil 109 orang dengan keterangan 13 orang mengalami penganiayaan sekaligus kerugian materil," jelasnya.

Dua orang polisi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

"Masih ada 2 pasien yang kami rawat," ujar Kepala RSPAD Letjen TNI Bambang Dwi Hasto.

Bambang menyebut, sebelumnya ada seorang pasien yang sudah dipulangkan atas nama Husni Maulana pada 12 September 2020. Namun untuk kontrol selanjutnya masih akan dilakukan di RSPAD.

Sedangkan 2 pasien lain yang merupakan anggota Polri yaitu Bripda BD dan Bripka T. Bripda BD disebut Bambang kondisinya sudah semakin membaik.

"Tuan BD, Bripda dari Polri umur 22 tahun, yang dulu dirujuk ke RSPAD karena saturasi oksigennya turun, hari ini sadar, masih di CICU. Saturasi terakhir 99-100 persen artinya kualitas pernapasannya sudah bagus, pendalaman CT scan tidak masalah," ucap Bambang.

Baca Juga:

Demi Jaga 'Sinergitas' dengan TNI, Kapolda Metro Tanggung Kerusakan Polsek Ciracas

Sementara itu, Bripka T sudah menjalani operasi di bagian mata. Namun, tindakan lanjutan diperlukan bagi Bripka T untuk mengambil gotri di bagian matanya.

"Kemudian pasien yang kedua Tuan T, dari Polri juga Bripka 43 tahun yang telah dilakukan operasi vitrektomi karena ada ablasi di matanya, kemudian sudah direncanakan untuk pengambilan gotri yang kami jadwalkan tanggal 25 (September)," kata Bambang.

Hal ini dikarenakan setelah operasi mata pasien ini harus posisinya tengkurap terus karena untuk mengamankan matanya, untuk mengamankan hasil operasi matanya.

"Sehingga dibutuhkan waktu tengkurap selama 3 minggu sehingga ideal untuk dilaksanakan pengambilan gotri atau benda asingnya ini dijadwalkan 25 September ini," imbuh Bambang. (Knu)

Baca Juga:

Ikutan Serang Polsek Ciracas, Oknum Prajurit TNI AL Jadi Tersangka

#TNI #Polsek Ciracas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Koalisi Sipil: Peradilan Militer Gagal Beri Pertanggungjawaban Setimpal Kasus Andrie Yunus
Hukuman dua terdakwa dipangkas dan pemecatan dari dinas militer dibatalkan.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Koalisi Sipil: Peradilan Militer Gagal Beri Pertanggungjawaban Setimpal Kasus Andrie Yunus
Indonesia
Vonis Pecat 2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal, Pigai Tuntut Banding Sampai PK
Menham Natalius Pigai desak kasasi hingga PK terhadap putusan yang membatalkan sanksi pemecatan 2 TNI penyiram air keras demi keadilan korban. Klik untuk detail kasus!
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Vonis Pecat 2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal, Pigai Tuntut Banding Sampai PK
Indonesia
Dua Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Dipangkas
Pengadilan Militer Tinggi Jakarta mengurangi hukuman dua prajurit TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Yusuf Abdillah - Jumat, 04 September 2026
Dua Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Dipangkas
Indonesia
Tentara AS, Jepang, Korsel, dan TNI Latihan Bertahan Hidup di Hutan Lampung
Latgabma Super Garuda Shield 2026 di Lampung melibatkan TNI, tentara AS, Jepang, dan Korsel. Mereka berlatih Jungle Survival dan sniper bersama 21 negara dengan total 4.743 personel.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
 Tentara AS, Jepang, Korsel, dan TNI Latihan Bertahan Hidup di Hutan Lampung
Indonesia
TNI Cari Identitas Prajurit Pendamping Senator Bali di Kontes Transgender Thailand
Mabes TNI menelusuri identitas prajurit yang terlihat bersama anggota DPD RI Arya Wedakarna dalam acara di Thailand yang disebut kontes kecantikan transgender. Evaluasi akan dilakukan jika terbukti ada pelanggaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
TNI Cari Identitas Prajurit Pendamping Senator Bali di Kontes Transgender Thailand
Indonesia
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Tim Alfa merupakan pasukan khusus bentukan TNI yang terdiri dari gabungan tiga matra Kopassus TNI AD, Korpasgat TNI AU, Korps Marinir TNI AL, serta Kostrad TNI AD.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Indonesia
Asrama TNI Matoangin Makassar Kebakaran, 35 Rumah Barak Ludes Korban Dilarikan ke 2 RS
Sebanyak 35 unit rumah barak TNI ludes terbakar, memaksa penghuni panik menyelamatkan diri di tengah kobaran api dalam kebakaran yang terjadi Selasa (1/9) siang tadi.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Asrama TNI Matoangin Makassar Kebakaran, 35 Rumah Barak Ludes Korban Dilarikan ke 2 RS
Indonesia
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi mengubah wajah pertahanan maritim TNI AL. Bukan sekadar kapal bekas, ini adalah pusat komando bergerak untuk menjaga kedaulatan dan ujung tombak operasi kemanusiaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Indonesia
TNI Siap Ikut Amankan Demo Besar 27 Agustus, Jika Diminta Polri
TNI menegaskan siap dilibatkan dalam pengamanan aksi demonstrasi besar yang akan digelar di sejumlah titik pada Kamis (27/8) ini.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
TNI Siap Ikut Amankan Demo Besar 27 Agustus, Jika Diminta Polri
Indonesia
TNI Siapkan Penerjun Free Fall untuk Tangani Karhutla di Wilayah Sulit Dijangkau
TNI menyiapkan pasukan penerjun dengan teknik free fall untuk membantu menangani karhutla di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
TNI Siapkan Penerjun Free Fall untuk Tangani Karhutla di Wilayah Sulit Dijangkau
Bagikan