MerahPutih.Com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pernah menjadi korban hoax atau berita palsu.
Politisi Golkar ini menjelaskan, hoax tersebut menimpa pria yang kerap disapa Kang Dedi itu ketika isu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tengah merebak.
Pada waktu itu, sambung Ace, Kang Dedi pernah diisukan sebagai pemuja setan dan melakukan praktik klenik. Padahal, itu semua tidak benar.
"Misal dia (pernah diisukan) sebagai pemuja setan, Sunda Wiwitan, klenik. Menurut saya itu apa relevansinya? Agama itu hak privasi seseorang," ujar Ace saat diskusi bertajuk "Bisnis dan Politik Hoax?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).
Ace menuturkan, pihaknya mempertimbangkan untuk melaporkan pelaku penyebar hoax kepada Kang Dedi. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.
"Sesuai undang-undang, kita akan melaporkan pihak-pihak yang melakukan upaya-upaya tersebut," tandasnya.
Sekadar informasi, Bareskrim Polri membongkar bisnis penyebaran kebencian dan SARA melalui media sosial. Kelompok tersebut bernama Saracen. Hingga saat ini akun yang tergabung didalamnya berjumlah ratusan ribu.
Saracen diduga menyebarkan kebencian dan SARA berdasarkan pesananan seseorang atau kelompok tertentu. Motif sementara dari kegiatan ini yakni hal ekonomi. Kini, aparat kepolisian masih menyelidiki dalang di balik grup Saracen.(Pon)