Teror Penembakan Rutan Cipinang, Polisi Belum Temukan Proyektil
Polisi masih melakukan olah TKP di Rutan Cipinang, Jakarta Timur terkait penembakan misterius pada Senin dini hari (Foto: antaranews)
MerahPutih.Com - Teror penembakan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur sampai sekarang masih dalam penyelidikan polisi.
Hingga kini, polisi belum menemukan barang bukti proyektil setelah melaukan olah TKP di Rutan Cipinang.
Baca Juga:
"Tadi pagi olah TKP oleh Inafis dan Polres tapi kami belum dapatkan proyektil," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/2).
Dengan demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan bahwa di lokasi tersebut telah terjadi penembakan.
"Kami juga belum bisa memastikan itu tembakan karena proyektil diduga sudah disapu petugas pembersih di sana," ujar Argo.
Baca Juga:
Menurut Argo sebagaimana dilansir Antara, dari keterangan petugas Rutan, kejadian itu terjadi pada Senin dini hari tadi. Saat itu, saksi mendengar suara cukup keras
"Kejadian tadi pagi (Senin) pukul 02.00, penjaga Lapas Cipinang mendengar suara pukulan seperti besi. Setelah dicek ada bekas goresan di kaca yang diduga tembakan," pungkasnya.(*)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Polri Pastikan Layanan Contact Center 110 Diakses Gratis, Masyarakat Bisa Lapor 24 Jam
Polri Pastikan Layanan 110 Bisa Diakses Seluruh Warga Indonesia Tanpa Biaya
DPR Jamin Polri tak ‘Turun Kasta’ Jadi Kementerian, Tetap Langsung di Bawah Presiden
Kriminolog UI Usul Polri Dibagi Jadi 2 Wilayah Teritorial, Dipegang Wakapolri
Polri Sudah Paten Tapi Budaya Kerja Masih ‘Lelet’, DPR Minta Reformasi Mental