Ternyata Ada Batasan Lama Tidur untuk Aman dari Sakit Jantung

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 05 Desember 2018
Ternyata Ada Batasan Lama Tidur untuk Aman dari Sakit Jantung

Durasi tidur ternyata memiliki hubungan dengan potensi seseorang terkena serangan jantung. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAMA durasi tidur seseorang ternyata berpengaruh terhadap potensi terkena penyakit serangan jantung. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan terhadap 116.000 orang berusia antara 35 dan 70 di 21 negara.

European Heart Journal melansir hasil penelitian McMaster University, Ontario, Kanada, mengungkapkan orang yang tidur delapan hingga sembilan jam sehari memiliki risiko 5 persen lebih besar menderita jantung atau penyakit pembuluh darah ke otak.

1. Tidur di atas 10 jam sehari paling berbahaya

sakit jantung
Jangan anggap remeh gangguan tidur ini, bisa merupakan pertanda sakit jantung. (Foto: Pexels/Pixabay)

Hasil studi yang sama menyebutkan bahaya terkena serangan jantung dan penyumbatan pembuluh otak itu naik ke risiko 17 persen lebih tinggi bagi mereka yang tidur antara sembilan dan 10 jam sehari.

Fakta mengejutkan terungkap dari sampel peserta penelitian yang memiliki kebiasaan durasi tidur di atas 10 jam sehari, mereka berpotensi 41 persen peningkatan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian.


2. Terbaik 6-8 jam sehari

tidur nyenyak
Durasi tidur malam terbaik antara 6-8 jam sehari. (Foto: Pixabay/xiangying_xu)

Lalu berapa durasi tidur yang dianggap terbaik? Tidur selama enam hingga delapan jam di malam hari bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. "Enam hingga delapan jam adalah durasi tidur terbaik," kata Dr Saurabh Aggarwal, anggota tim peneliti.

Namun, bukan berarti semakin sedikit waktu tidur berarti semakin aman dari ancaman penyakit jantung. Sebab, orang yang tidur kurang dari enam jam di malam hari memiliki kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke dua kali lipat, dibanding mereka yang tidur enam hingga delapan jam.

"Tidur sangat penting untuk kesehatan manusia, dan orang menghabiskan sekitar sepertiga dari jam tidur mereka. Hal ini semakin dianggap sebagai perilaku gaya hidup yang penting yang dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian," demikian kesimpulan hasil penelitian.

3. Di luar 6-8 jam sehari segera periksa ke dokter

gambar jantung
Serangan jantung dapat berakibat kematian. (Foto: qualityoflifeandhealth)

Co-author Profesor Salim Yusuf anggota tim peneliti dari McMaster University, Ontario, Kanada, juga menyarankan sebaiknya orang yang durasi tidurnya tidak masuk kategori enam sampai delapan jam tidur sehari harus segera berkonsultasi dengan dokter.

"Jika Anda tidur terlalu sering, katakanlah lebih dari sembilan jam sehari, maka Anda mungkin ingin mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan," tutup dia. (*)

#Pola Tidur #Sakit Jantung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Olahraga
Sakit Jantung, Scott McTominay Dipastikan Absen 2 Laga Krusial Napoli Lawan Inter dan Arsenal
Scott McTominay, gelandang andalan Napoli harus menjalani prosedur medis untuk menangani aritmia jantung ringan.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Sakit Jantung, Scott McTominay Dipastikan Absen 2 Laga Krusial Napoli Lawan Inter dan Arsenal
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Lifestyle
Rutinitas Sebelum Tidur untuk Anak, Kunci Tidur Nyenyak dan Perkembangan Optimal
Kurang tidur pada anak dapat memicu tantrum, perilaku impulsif, mudah marah, dan hiperaktivitas
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 April 2025
Rutinitas Sebelum Tidur untuk Anak, Kunci Tidur Nyenyak dan Perkembangan Optimal
Indonesia
Perang Lawan Insomnia Pasca Libur: Tips Ampuh Kembalikan Jam Biologis Tubuh!
Andreas menekankan pentingnya menghindari konsumsi makanan dan minuman berkafein
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 April 2025
Perang Lawan Insomnia Pasca Libur: Tips Ampuh Kembalikan Jam Biologis Tubuh!
Olahraga
Legenda Tinju Indonesia Ellyas Pical Dirawat di ICU RS Jantung Harapan Kita
Ellyas Pical yang dikabarkan masuk perawat RS sejak tanggal 20 Februari lalu.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Februari 2025
Legenda Tinju Indonesia Ellyas Pical Dirawat di ICU RS Jantung Harapan Kita
Lifestyle
Apa itu Jetlag? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa itu jetlag? Kondisi ini sering dialami setelah melakukan perjalanan jauh. Lalu, apa saja penyebab dan cara mengatasinya?
Soffi Amira - Rabu, 25 September 2024
Apa itu Jetlag? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Lifestyle
Dokter: Perempuan Jangan Abai jika Ada Keluhan pada Jantung
Ketua Rumah Sakit Kardiovaskular Heartologi Dafsah Arifa Juzar mengatakan bahwa perempuan menjadi kelompok masyarakat yang sangat kurang aktif melakukan pengecekan kesehatan jantung.
Frengky Aruan - Rabu, 31 Juli 2024
Dokter: Perempuan Jangan Abai jika Ada Keluhan pada Jantung
Fun
Lakukan Ini Supaya Pola Tidur Kembali Normal setelah Ramadan
Biasakan untuk istirahat pada pukul delapan atau sembilan kalau memang tidak ada kepentingan lain untuk begadang atau beraktivitas pada malam hari
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 17 April 2024
Lakukan Ini Supaya Pola Tidur Kembali Normal setelah Ramadan
Bagikan