MerahPutih Nasional- Sejak 2010 hingga menjelang akhir tahun 2014 pembangunan terminal tipe A Jatijajar tak urung rampung. Lagi-lagi, persoalan dana yang tak kunjung turun dari pemerintah pusat menjadi inti permasalahannya.
Progres pembangunan terminal yang berlokasi di Depok Jawa Barat itu baru mencapai 40% setalah empat tahun dikerjakan.
Menurut Gandara Budiana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, pihaknya sangat kewalahan dalam menyelesaikan pembangunan terminal tersebut. Kementerian Perhubungan tak kunjung mencairkan alokasi dana lanjutan pembanguan terminal senilai 10 M.
“Kami tidak bisa berbuat banyak, karena anggarannya belum cair. Jadi sekarang hanya bisa menunggu saja. Yang jelas target itu molor dari jadwal yang ditetapkan. Hampir saja menyerah, ya hampir sedikit menyerah cuma tetap berusaha," ungkapnya.
Permasalahan ini tentu saja mengganggu aktifitas transportasi warga Depok, angkutan umum yang seharusnya dapat menggunakan fasilitas terminal agar arus lalu lintas menjadi tertib, justru masih menggunakan bahu jalan untuk menunggu penumpang. Tentu saja hal ini menambah kemacetan yang sudah semakin parah.
Bambang (34) salah seorang warga Depok, mengungkapkan hali ini terjadi sebagai bukti ketidakmampuan pemerintah kota Depok dalam melaksanakan APBD sehingga pembangunan terminal saja tidak berjalan sesuai yang direncanakan, bahkan sempat terhenti.
"Kalau pembangunan tidak dikotori campur tangan kepentingan berbagai pihak sepertinya akan berjalan lancar. Banyak tangan jadi amburadul," kata pria yang berprofesi sebagai peneliti itu.