Terkait Virus Corona, 2.000 Warga Lapor ke Dinkes DKI

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 04 Maret 2020
Terkait Virus Corona, 2.000 Warga Lapor ke Dinkes DKI

Petugas pengamanan dalam (Pamdal) Kantor Wali Kota Jakarta Utara melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan yang masuk ke gedung wali kota, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Utara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mencatat ada sebanyak 2.000 lebih laporan kesehatan dari masyarkat dalam rentang dua hari ini. Laporan itu terkait gejala yang dianggap berhubungan dengan virus corona.

Seperti diketahui, Gubernur Anies mengimbau masyarakat DKI tak harus ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mirip virus corona. Hal itu untuk menghindari penularan apabila benar mengidap virus tersebut.

Baca Juga:

Antisipasi Corona, Twitter Imbau Karyawannya Kerja dari Rumah

"Lebih dari 2.000. Sejak awal tapi progres pergerakannya sampai dengan hari ini 2.000 orang," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Laporan itu diterima di nomor hotline 112/119, juga posko Dinas Kesehatan Provinsi DKI di nomor 08388376955.

Asisten Kesra DKI Jakarta Catur Laswanto menyampaikan, meski laporan yang diterima sebanyak 2.000, namun tak semuanya mengalami gejala seperti COVID-19. Mereka hanya menderita flu biasa.

Seorang pengunjung Kantor Walikota Jakarta Utara menggunakan cairan antiseptik yang disediakan setelah diumumkannya dua warga negara Indonesia positif corona (Covid-19), Selasa (3/3/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Utara)
Seorang pengunjung Kantor Walikota Jakarta Utara menggunakan cairan antiseptik yang disediakan setelah diumumkannya dua warga negara Indonesia positif corona (Covid-19), Selasa (3/3/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Utara)

Setelah ditindaklanjuti, para pelapor ternyata hanya mengalami batuk dan flu biasa. Tak ada gejala mengarah ke virus corona.

"Karena ada orang yang telepon itu kadang-kadang karena panik, bingung, padahal sebetulnya hanya batuk pilek biasa," jelas dia.

Catur mengatakan, laporan yang meningkat tajam hanya dalam dua hari ini lantaran banyak masyarakat terganggu secara psikologis atau paranoid.

"Karena ini kan persoalan psikologi. Gitu lo. Soal ketakutan. Panik," tutupnya.

Dari data yang dikeluarkan Dinkes DKI pagi tadi, terdapat 26 pasien dalam pengawasan yang kini masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga:

Tiga Masker Konyol yang Dipakai Guna Menangkal Corona

Sedangkan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia menerangkan, ada 30 pasien dalam pengawasannya dan sudah sudah diperbolehkan pulang karena dalam kondisi sehat.

Kemudian sesuai data dari Kementerian Kesehatan, terdapat dua orang yang terkonfirmasi COVID-19. Selanjutnya sebanyak 121 orang sudah dalam pemantauan Pemprov DKI dan dinyatakan sehat.

"Tapi sebanyak 120 orang masih dalam pemantauan dan kini terus dipantau," jelas dia. (Asp)

Baca Juga:

Wapres Ma'ruf Sebut Bakal Ada Sertifikasi Bebas Corona untuk Warga Asing

#Virus Corona #Dinas Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Sebanyak 104 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan program MBG. Dinkes DKI mengungkap kemungkinan penyebab dari jeda distribusi makanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Indonesia
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Integrasi sistem melalui platform digital memastikan setiap data kesehatan warga terekam dengan akurat guna menentukan langkah penanganan medis selanjutnya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Indonesia
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ada kasus virus Nipah di Jakarta dan meminta Dinkes serta warga tetap waspada.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Indonesia
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Masyarakat diminta tidak meremehkan gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Indonesia
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Virus Nipah belum ditemukan di Jakarta. Dinkes DKI pun meminta warga tetap waspada dan fokus pencegahan dini.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Indonesia
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Kasus DBD di Jakarta meningkat menjadi 143 kasus hingga 19 Januari 2026. Dinkes DKI dan Gubernur Jakarta ungkap penyebab dan langkah penanganan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Bagikan