Terima Ketua Presidium MER-C, Kardinal Suharyo Tegaskan Sikap Gereja Katolik Terhadap Palestina

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 16 Januari 2020
 Terima Ketua Presidium MER-C, Kardinal Suharyo Tegaskan Sikap Gereja Katolik Terhadap Palestina

Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad bersama Ketua KWI Ignatius Kardinal Suharyo di Kantor KAJ (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sikap gereja Katolik Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina selama ini masih menjadi pertanyaan publik. Dukungan dan sikap gereja terhadap Palestina sebagai negara yang merdeka sudah sangat jelas ditunjukan Paus Fransiskus, selalu kepala gereja Katolik tertinggi di dunia.

Atas dasar itu, kepada Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C0 Dokter Sarbini Abdul Murad, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Ignatius Kardinal Surharyo menegaskan bahwa sikap gereja Katolik Indonesia tegak lurus dengan Vatikan.

Baca Juga:

Bangun RS di Tepi Barat Palestina, MUI: Ringankan Penderitaan Rakyat

Hal itu diungkapkan Kardinal Suharyo kepada Sarbini Abdul Murad di Kantor Keuskupan Agung Jakarta dalam pertemuan yang penuh keakraban dan kehangatan.

"Ya, saya telah menemui Kardinal Ignatius Suharyo dan berdiskusi dengan beliau di Keuskupan Agung Jakarta kemarin (Rabu, 15/1). Kami membahas isu utama soal masalah Palestina sebagai negara di dunia yang masih terjajah dan belum merdeka," kata Sarbini Abdul Murad di Jakarta, Kamis (16/1).

Kardinal Suharyo tegaskan sikap gereja Katolik terhadap kemerdekaan Palestina
Ketua KWI Ignatius Kardinal Suharyo (Foto: antaranews)

Lebih lanjut, Sarbini Abdul Murad bersama pendiri MER-C lainnya, dr Jose Rizal Jurnalis sama-sama berada di garis depan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan kesehatan saat konflik Israel-Palestina pada akhir Desember 2008 hingga awal Januari 2009 bersama sejumlah jurnalis Indonesia.

Saat itu, keberadaan sukarelawan MER-C adalah bersama unsur lain, termasuk Kemenkes dan Kemenlu yang sedang membawa misi bantuan kesehatan dan kemanusiaan di Gaza, Palestina, hingga akhirnya menggagas dan merintis pembangunan RSI Indonesia di Gaza.

Sarbini menjelaskan bahwa pihaknya intensif melakukan silaturahmi dan kunjungan ke tokoh-tokoh lintas agama, salah satunya kepada Kardinal Ignatius Suharyo untuk mendiskusikan mengenai Palestina.

"Mengapa Palestina? Karena Palestina adalah konflik kolonialisme dan bukan konflik agama," kata dokter kelahiran Aceh itu.

"Palestina adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai macam pendekatan dan melibatkan semua elemen bangsa Indonesia, karena ini adalah tanggung jawab sejarah, tanggung jawab moral kita bersama," tambahnya.

Secara khusus, Sarbini mengucapkan terima kasih karena dapat bertemu dengan Kardinal Ignatius Suharyo untuk bersama-sama memikirkan nasib Palestina dan mendiskusikan apa yang bisa dilakukan untuk Palestina agar dapat mencapai kemerdekaannya.

"Karena penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," katanya.

Sikap Gereja Katolik Terhadap Palestina

Dalam pertemuan itu, katanya, Kardinal Suharyo menyampaikan bahwa sikap resmi Gereja Katolik jelas sekali untuk masalah Palestina.

"Paus saat ini mendukung Palestina dan Kemerdekaan Palestina, karena semua bangsa mempunyai hak untuk merdeka," kata Kardinal Suharyo menegaskan.

Uskup Agung Jakarta itu mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas kunjungan MER-C ke Keuskupan Agung Jakarta.

Gereja Katolik Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina
Kardinal Suharyo menegaskan gereja Katolik Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina (Foto: Antaranews)

"Saya sudah lama mendengar tentang rumah sakit yang didirikan di Palestina. Tapi baru kali ini mengetahui secara lebih rinci mengenai hal ini dan mengetahui tentang lembaga MER-C," katanya.

"Saya sangat bersyukur MER-C hadir di sini mencerahkan saya dan memberikan wawasan baru kepada saya. Saya mewakili Keuskupan Agung Jakarta pasti akan membawa informasi yang baru saya terima ini ke dalam forum pertemuan para uskup sebagai bahan diskusi ke depan," tambahnya.

Sarbini juga juga menjelaskan kepada Kardinal Suharyo bahwa MER-C sebagai sebuah lembaga sosial, kemanusiaan dan kesehatan telah membuat program bantuan jangka panjang untuk Palestina.

Baca Juga:

Indonesia Siap-Siap Dibanjiri Berbagai Jenis Produk Asal Palestina

"Kami telah membangun sebuah rumah sakit yang diberi nama RS Indonesia, tepatnya di Jalur Gaza. RS Indonesia di Gaza menjadi sebuah ikon diplomasi Indonesia di dunia Internasional untuk Palestina," terang dia sebagaimana lansir Antara.

Selain di Gaza, kata dia, wilayah konflik di Rakhine, Myanmar juga menjadi perhatian MER-C.

"Kami juga membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine Myanmar yang melibatkan partisipasi umat Buddha dan Muslim dalam proses pembangunannya, karena kita ingin mendorong perdamaian di sana. Saat ini RS sudah selesai dan akan segera diresmikan," pungkas Sarbini Abdul Murad.(*)

Baca Juga:

Indonesia Kembali Tegaskan Komitmen Mendukung Penuh Kemerdekaan Palestina

#Gereja Katolik #Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) #Palestina #Konflik Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Dunia
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Organisasi Palestina dan internasional telah berulang kali memperingatkan tentang memburuknya kondisi kelaparan di wilayah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan dokumen itu palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Dunia
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Uni Eropa resmi menjatuhkan sanksi terhadap 4 lembaga Israel dan pimpinannya atas pelanggaran HAM di Tepi Barat. Sanksi meliputi pembekuan aset dan larangan perjalanan ke negara anggota Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Indonesia
Wartawan Italia Dipukuli dan Celananya Diambil Saat Ditahan Militer Israel, Bagaimana Nasib 9 WNI?
Wartawan Italia Alessandro Mantovani mengaku dipukuli pasukan Israel saat misi Armada Global Sumud.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Wartawan Italia Dipukuli dan Celananya Diambil Saat Ditahan Militer Israel, Bagaimana Nasib 9 WNI?
Bagikan