Indonesia Siap-Siap Dibanjiri Berbagai Jenis Produk Asal Palestina

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 23 Mei 2018
Indonesia Siap-Siap Dibanjiri Berbagai Jenis Produk Asal Palestina

Kurma (Facebook/KurmaTuban)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Indonesia menyatakan siap membuka pintu impor untuk menerima berbagai jenis produk-produk asal Palestina dengan tarif bea masuk nol persen setelah kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman untuk produk kurma dan minyak zaitun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kerja sama perdagangan dengan Palestina tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah Indonesia dan bukan hanya dalam aspek politik internasional semata. Rencananya, kerja sama tersebut akan diperluas cakupannya.

"Kita memberikan akses pasar seluas-luasnya untuk produk Palestina, selain juga mereka memerlukan banyak produk dari Indonesia," kata Enggartiasto di Jakarta, Selasa (22/5).

Saat ini, baru dua komoditas asal Palestina yang disepakati bisa masuk ke Indonesia tanpa dikenakan tarif, yakni kurma dan minyak zaitun. Dua komoditas tersebut diusulkan sebagai awal kerja sama perdagangan tersebut, yang nantinya diharapkan bisa meningkat cakupannya menjadi Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Palestina.

Kurma ameer hajj. (Facebook/ KurmaTuban)
Kurma ameer hajj. (Facebook/ KurmaTuban)

"Tetapi, kita harus tetap menjaga, karena kita tidak mau ada 'penumpang gelap' yang mengatasnamakan produk Palestina untuk bisa masuk ke Indonesia," kata Enggartiasto dikutip Antara.

Diharapkan, proses kelanjutan perundingan tersebut bisa dimulai pada pertengahan Juni 2018, yang direncanakan di Yogyakarta, Jawa Tengah. Kedua tim diharapkan bisa duduk bersama untuk menyusun list produk-produk apa saja yang diperlukan Palestina, dan apa yang akan masuk ke Indonesia.

Duta Besar Palestina Untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan pasar Indonesia bisa menerima produk asal Palestina, dan menyatakan bahwa Menteri Ekonomi Nasional Palestina siap untuk datang ke Indonesia.

Minyak Zaitun (foto: pexels)

"Kami berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap Palestina. Kami sangat menghargai hal tersebut," kata Al-Shun.

Indonesia dan Palestina menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama perdagangan barang, yang akan membebaskan bea masuk produk kurma dan minyak zaitun ke dalam negeri dan mulai berlaku efektif pada 2018. Besaran bea masuk kedua produk tersebut selama ini sebesar lima persen.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) ke-11 di Buenos Aires, Argentina, pada Desember 2017. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Enggartiasto dengan Menteri Ekonomi Nasional Palestina Abeer Odeh. (*)

#Palestina #Kurma
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Dunia
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Organisasi Palestina dan internasional telah berulang kali memperingatkan tentang memburuknya kondisi kelaparan di wilayah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan dokumen itu palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Dunia
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Uni Eropa resmi menjatuhkan sanksi terhadap 4 lembaga Israel dan pimpinannya atas pelanggaran HAM di Tepi Barat. Sanksi meliputi pembekuan aset dan larangan perjalanan ke negara anggota Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Indonesia
Wartawan Italia Dipukuli dan Celananya Diambil Saat Ditahan Militer Israel, Bagaimana Nasib 9 WNI?
Wartawan Italia Alessandro Mantovani mengaku dipukuli pasukan Israel saat misi Armada Global Sumud.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Wartawan Italia Dipukuli dan Celananya Diambil Saat Ditahan Militer Israel, Bagaimana Nasib 9 WNI?
Indonesia
Tim GPCI Jemput 9 WNI di Turkiye Usai Dibebaskan Israel
Sembilan WNI itu merupakan bagian dari relawan Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sempat ditahan di Penjara Ktziot Israel
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Tim GPCI Jemput 9 WNI di Turkiye Usai Dibebaskan Israel
Indonesia
Israel Bebaskan Relawan Flotilla Termasuk 9 WNI dari Penjara Ktziot
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan pasukan Israel dalam misi Global Sumud Flotilla akhirnya dibebaskan
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Israel Bebaskan Relawan Flotilla Termasuk 9 WNI dari Penjara Ktziot
Dunia
9 WNI Ikut Global Sumud Flotilla Diculik. Israel Langgar Hukum Internasional
Israel melakukan penculikan terhadap para WNI yang sedang dalam misi kemanusiaan internasional ke Gaza itu karena tidak adanya sanksi keras terhadap Israel setelah kejahatan-kejahatan sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
9 WNI Ikut Global Sumud Flotilla Diculik. Israel Langgar Hukum Internasional
Dunia
Indonesia dan 9 Negara Kecam Serangan Israel Terhadap Global Sumud Flotilla
Mereka juga menyerukan komunitas internasional menjalankan tanggung jawab hukum dan moral untuk melindungi warga sipil serta misi kemanusiaan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Indonesia dan 9 Negara Kecam Serangan Israel Terhadap Global Sumud Flotilla
Dunia
BRICS Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza dan Tuntut Gencatan Senjata Segera
Konflik bersenjata antara Hamas dan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menelan korban jiwa yang sangat besar
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
BRICS Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza dan Tuntut Gencatan Senjata Segera
Bagikan