MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri telah mengganti sebanyak 7.925 dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah melakukan kerja cepat dengan langsung mencetak dokumen yang penting bagi warga tersebut.
"Harus gerak cepat, selesai pendataan penduduk di pagi hari, siang dokumen langsung dicetak, sore atau malamnya langsung dibagikan," kata Direktur Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Fakrulloh di Jakarta, Senin (12/4).
Baca Juga:
Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT
Hingga Senin pagi, dokumen kependudukan yang sudah diterbitkan di Provinsi NTT masing-masing untuk kartu keluarga sebanyak 7.585 berkas, KTP elektronik sebanyak 154 keping, akta kematian 7 berkas, akta kelahiran 154 berkas, dan akta perkawinan 25 berkas.
Kementerian Dalam Negeri memberangkatkan dua tim tanggap bencana masing-masing ke Kupang dan Lombok. Mereka langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota setempat serta petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) dan rumah sakit terdekat.
Ia mengatakan, saat tanggap darurat yang dituntut adalah kecepatan mengambil keputusan. Berapa pun jumlah warga membutuhkan pergantian dokumen yang telah didata maka langsung dicetak.
"Langsung dicetak hari itu juga tidak usah menunggu banyak," katanya seraya mengatakan penggantian kartu keluarga atau pembuatan akta-akta baru dan penduduk yang kehilangan KTP tanpa harus dimintai surat kehilangan dari kepolisian.
Zudan peritahkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terdekat yang tidak terkena bencana agar dapat mengirimkan bantuan, di antaranya administrator pusat data dan peralatan cetak dokumen.
Ia meminta, ada kebutuhan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang terkena bencana lanjut dia agar bisa langsung segera informasikan ke pusat.
Selain di NTT, Tim Tanggap Darurat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melaporkan juga telah mencetak sebanyak 409 dokumen kependudukan untuk Provinsi NTB. (Pon)
Baca Juga:
KRI Ahmad Yani 351 DIkerahkan Kirim Bantuan Kemanusiaan di NTT