Terdampak Bencana, Pergantian Dokumen Kependudukan Tanpa Surat Kehilangan Polisi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 12 April 2021
Terdampak Bencana, Pergantian Dokumen Kependudukan Tanpa Surat Kehilangan Polisi

Banjir Bandang di NTT. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri telah mengganti sebanyak 7.925 dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah melakukan kerja cepat dengan langsung mencetak dokumen yang penting bagi warga tersebut.

"Harus gerak cepat, selesai pendataan penduduk di pagi hari, siang dokumen langsung dicetak, sore atau malamnya langsung dibagikan," kata Direktur Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Fakrulloh di Jakarta, Senin (12/4).

Baca Juga:

Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT

Hingga Senin pagi, dokumen kependudukan yang sudah diterbitkan di Provinsi NTT masing-masing untuk kartu keluarga sebanyak 7.585 berkas, KTP elektronik sebanyak 154 keping, akta kematian 7 berkas, akta kelahiran 154 berkas, dan akta perkawinan 25 berkas.

Kementerian Dalam Negeri memberangkatkan dua tim tanggap bencana masing-masing ke Kupang dan Lombok. Mereka langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota setempat serta petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) dan rumah sakit terdekat.

Ia mengatakan, saat tanggap darurat yang dituntut adalah kecepatan mengambil keputusan. Berapa pun jumlah warga membutuhkan pergantian dokumen yang telah didata maka langsung dicetak.

"Langsung dicetak hari itu juga tidak usah menunggu banyak," katanya seraya mengatakan penggantian kartu keluarga atau pembuatan akta-akta baru dan penduduk yang kehilangan KTP tanpa harus dimintai surat kehilangan dari kepolisian.

Banjir bandang di NTT. (Foto: Antara)
Banjir bandang di NTT. (Foto: Antara)

Zudan peritahkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terdekat yang tidak terkena bencana agar dapat mengirimkan bantuan, di antaranya administrator pusat data dan peralatan cetak dokumen.

Ia meminta, ada kebutuhan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang terkena bencana lanjut dia agar bisa langsung segera informasikan ke pusat.

Selain di NTT, Tim Tanggap Darurat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melaporkan juga telah mencetak sebanyak 409 dokumen kependudukan untuk Provinsi NTB. (Pon)

Baca Juga:

KRI Ahmad Yani 351 DIkerahkan Kirim Bantuan Kemanusiaan di NTT

#E-KTP #Kemendagri #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - 1 jam, 16 menit lalu
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir minta 6,7 juta ASN tinggalkan pola kerja rutin dan mulai manfaatkan AI generatif demi pelayanan publik yang cepat dan transparan.
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Anggaran tersebut harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Bagikan