Headline

Tentara Pukul Wartawan, Kodam Cenderawasih Minta Maaf

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 07 November 2017
Tentara Pukul Wartawan, Kodam Cenderawasih Minta Maaf

Wartawan lawan kekerasan (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Seorang wartawan media online di Jayapura dipukul dan dianiaya anggota TNI berinsial TK. Atas kasus pemukulan tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih meminta maaf.

"Selaku institusi TNI, dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban khususnya dan kepada seluruh masyarakat atas tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum prajurit tersebut," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (6/11) siang.

Kasus tersebut, kata dia, telah menjadi atensi pimpinan sehingga jajaran dibawahnya langsung bergerak untuk menangkap oknum TNI yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji itu. "Pangdam Cenderawasih setelah dapat laporan ini segera memerintahkan agar yang bersankutan ditangkap dan diproses hukum seberat-beratmya, kita tunggu saja prosesnya," katanya.

Mantan Dandim Jayawijaya itu sebagaimana dilansir Antara mengaku sangat menyayangkan sikap dari oknum prajurit itu, karena apa yang dilakukan pada Minggu (5/11) malam sangat bertentangan dengan Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan delapan wajib TNI.

"Pada intinya pelakunya bukan karena TNI-nya, tapi kebetulan yang melakukan berprofesi TNI, dia melakukan hal itu dalam tindakan pribadi sendiri, bukan membawa institusi TNI. TNI tidak pernah mengajarkan atau memerintahkan anak buah untuk menyakiti hati rakyat atau mencederai rakyat," katanya.

Terkait keberadaan TK, oknum prajurit yang diduga melakukan penganiayaan, pengancaman serta penuduhan itu, kini sudah mendekam balik jeruji tahanan Polisi Militer Kodam Cenderawasih di Klofkamp, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

"Begitu tadi malam saya dapat laporan dari Propam, saya segere berkoordinasi dengan polisi milier dan satuannya untuk mencari yang bersangkutan untuk ditangkap, tapi sampai pagi anak buah kami tidak tidur dan tidak ketemu," katanya.

"Baru tadi pagi dapat informasi bahwa yang bersangkutan telah kembali kerumahnya dan langsung saya perintahkan untuk dicek kembali kemudian ditangkap, sudah ditangkap. Hal ini akan kami proses hukum dan berikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai tindakannya karena telah menciderai institusi TNI," kata Aidi lagi.

Sebelumnya, oknum TNI berinisial TK yang sedang mabuk dilaporkan kepada pihak berwajib karena menganiaya Cholid alias Ai, salah satu wartawan media online dan cetak lokal di kota Jayapura, Papua, pada Minggu sekitar pukul 22.00 WIT.(*)

#Kekerasan Wartawan #Kekerasan Jurnalis #Prajurit TNI #Media Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Dewan Pers bergerak cepat menghubungi pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV guna memastikan kondisi terkini para jurnalis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 19 Mei 2026
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Indonesia
Perjalanan Gugurnya Praka Rico Pramudia, Prajurit Perdamaian TNI di Lebanon
Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Perjalanan Gugurnya Praka Rico Pramudia, Prajurit Perdamaian TNI di Lebanon
Berita
Cara Situs Berita Menjaga Keseimbangan antara Kecepatan dan Akurasi
Simak rahasia di balik situs berita yang mampu menyajikan informasi cepat, akurat, dan nyaman dibaca di era digital.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Cara Situs Berita Menjaga Keseimbangan antara Kecepatan dan Akurasi
Dunia
Israel Hancurkan Kamera Pengawas Markas PBB, Di Lebanon Selatan 3 Prajurit TNI Terluka
Sejak Jumat, tentara Israel telah menghancurkan semua kamera yang membantu memastikan keselamatan dan keamanan personel militer dan sipil di dalam markas UNIFIL di Naqoura.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Israel Hancurkan Kamera Pengawas Markas PBB, Di Lebanon Selatan 3 Prajurit TNI Terluka
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dunia
PBB Lakukan Penyelidikan Kematian 3 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian, Cek Lokasi Terhambat
“Penyelidikan tengah berlangsung dan, meski dengan situasinya menantang, kami yakin dapat segera menyampaikan informasi terbaru terkait hasil penyelidikannya," kata Dujarric
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
PBB Lakukan Penyelidikan Kematian 3 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian, Cek Lokasi Terhambat
Indonesia
SETARA Institute Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
SETARA Institute mengecam serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit di Lebanon. Serangan itu menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
SETARA Institute Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Bagikan