Parenting

Berdamai dengan Peran Ganda, Harmonisasi Keluarga dan Karier

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Jumat, 11 Maret 2022
Berdamai dengan Peran Ganda, Harmonisasi Keluarga dan Karier

Berdamai dengan peran ganda (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EMANSIPASI perempuan tidak mampu mengenyahkan kesenjangan gender dan bias gender, terutama terhadap perempuan. Tahun ini, para perempuan tangguh dari berbagai belahan dunia menyerukan untuk mematahkan bias terhadap perempuan di ranah teknologi.

Tema #BreakTheBias mengajak dunia untuk tidak hanya mengenali perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lanskap teknologi global yang terus berkembang. Tetapi membantu mengatasi masalah-masalah seperti budaya di lingkungan kerja, ketidaksetaraan dalam hal upah dan kesempatan. Serta kurangnya inklusivitas gender.

Baca Juga:

Dee Lestari Bagi Tips Agar Anak Gemar Baca Buku

Fara Abdullah
Fara Abdullah, Managing Director Bitsmedia (Foto: Bitsmedia)

Fara Abdullah, Managing Director Bitsmedia dari aplikasi gaya hidup Muslim, berbagi pengalamannya bekerja di ranah teknologi. Dia juga berbagi tentang hal yang perlu dilakukan untuk mendorong lebih banyak perempuan bertalenta untuk mematahkan bias dari bekerja di bidang teknologi.

Fara mengungkapkan, sebagai seorang perempuan yang masuk ke industri yang didominasi oleh laki-laki selalu menjadi tantangan. Kondisinya lebih rumit bagi perempuan yang memberanikan diri masuk ke ranah
teknologi apalagi untuk menjadi seorang pemimpin.

Fara mengatakan bahwa perusahaannya mempekerjakan lebih dari 60 orang staf yang 48% di antaranya adalah perempuan. Itu membuatnya berada di atas rata-rata global keterwakilan perempuan di perusahaan teknologi besar secara keseluruhan, yaitu sebesar 33%.

“Jumlah staf perempuan di tim kami merupakan sesuatu yang sangat kami banggakan. Kami selalu berusaha agar jumlah tersebut bisa meningkat, karena kami tahu ada banyak perempuan di luar sana yang andal di bidang teknologi, tetapi tidak memiliki akses ke berbagai kesempatan yang tersedia,” ujar perempuan yang berdomisili di Singapura.

Lebih lanjut, perempuan ibu dari dua anak ini mengatakan bahwa mereka mencoba untuk mengubah dinamika tersebut dengan memberikan kesempatan kepada perempuan yang memiliki talenta dan semangat untuk bekerja di bidang teknologi.

Menduduki jabatan penting tidak membuat Fara lupa kewajibannya sebagai ibu. Dirinya tetap berusaha untuk menyeimbangkan perannya sebagai seorang pemimpin dan seorang ibu.

Fara juga memastikan untuk dapat memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Dirinya merasa benar-benar bersyukur memiliki pasangan hebat yang memahami kebutuhannya dan memiliki peran setara dalam mengatur keluarga.

“Dukungan penuh dari keluarga besar juga penting karena ada begitu banyak orang yang mendukung saya dan semua yang saya lakukan. Dukungan keluarga dan teman-teman memungkinkan saya untuk mencapai apa yang saya miliki saat ini, dan saya sangat bersyukur dan merasa diberkati. Saya juga bersyukur atas dukungan suami saya, karena posisi saya akan terasa sangat menantang jika saya tidak memiliki dukungan yang kuat dari pasangan,” tambahnya.

Baca Juga:

Siapkan Hal Ini Sebelum Anak Masuk TK

ibu
Perempuan tidak dapat mengundurkan diri dari perannya sebagai ibu (Foto: Pexels/Sunvani Hoang)

Bagi Fara, pesan paling penting bagi perempuan yang telah berkeluarga atau perempuan yang berencana untuk berkeluarga adalah mereka akan membuat keputusan-keputusan yang sulit.

"Seorang perempuan tidak dapat mengundurkan diri dari peran sebagai ibu. Tetapi jumlah waktu yang dicurahkan untuk peran tersebut tergantung pada dirinya sendiri," ujarnya.

Seberapa besar kesuksesan seorang ibu yang berkarir tergantung dari bagaimana ia mengatur dan membagi waktunya antara dua kegiatan tersebut.

“Bagi saya, menjadi seorang ibu dan mengembangkan karir bukanlah peran yang saling eksklusif. Mengatur keduanya melibatkan kurva pembelajaran yang sangat besar. Saya melihat bahwa kebanyakan ibu yang berkarier profesional mengatur dan menggunakan waktu mereka dengan sangat cermat," jelasnya.

Dari pengamatannya, Fara menemukan orang-orang yang tidak dapat mengatur waktu mereka akan memiliki masalah terbesar dalam menangani berbagai tuntutan hidup.

Lebih lanjut Fara berbagi bahwa ia mencoba memimpin dengan memberi contoh dan menunjukkan kepada komunitas yang lebih besar bahwa perempuan di sini punya banyak peran. Karena mereka juga pasangan, ibu, saudara perempuan, anak perempuan, dan teman.

"Kami masih dapat melakukan hal-hal yang luar biasa dan pada saat bersamaan menjadi ibu atau menjalani peran apa pun di rumah,” tukasnya. (avia)

Baca Juga:

Pola Asuh yang Salah Sebabkan Anak Sering Tantrum

#Maret +62 Bicara Damai Ajalah #Parenting #Perdamaian #Indonesia Damai #Pelukan Ibu #Ibu Muda Kreatif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Dunia
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pertemuan Perdamaian Iran dan AS di Swiss Dibatalkan, Tidak Ada Penjelasan Pembatalan
Indonesia
Gubernur Pramono Gaungkan Perdamaian Dunia dari Monas, Ingatkan Prinsip Ahimsa
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serukan perdamaian dunia di Monas, tekankan nilai Ahimsa dan Tri Hita Karana.
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Gubernur Pramono Gaungkan Perdamaian Dunia dari Monas, Ingatkan Prinsip Ahimsa
Dunia
Bagian Kesepakatan Damai Dengan Iran, AS Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Israel dan Lebanon
Sementara mediator dari Pakistan dan pihak Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, Washington, namun Tel Aviv membantah hal tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bagian Kesepakatan Damai Dengan Iran, AS Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Israel dan Lebanon
Bagikan