Telemedicine tak akan Gantikan Peran Rumah Sakit
Caroline Riady sebut telemedicine tak akan bisa gantikan rumah sakit. (Foto: Merahputih.com/Andrew Francois)
MERAHPUTIH.COM - INOVASI teknologi terjadi di seluruh lini industri, tak terkecuali rumah sakit dan kesehatan. Tantangan perkembangan teknologi bahkan dirasakan salah satu rantai rumah sakit terbesar di Indonesia, Siloam Hospitals.
Pada ajang CEO forum oleh Sysmex Indonesia di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, CEO Siloam Group Caroline Riady mengungkapkan rumah sakti yang ia kelola turut merasakan invasi teknologi yang ditawarkan start-up telemedicine.
"Jadi untuk menjawab tantangan dari start-up telemedicine ini, kami di Siloam menciptakan ekosistem digital pelayanan kesehatan yang bisa memudahkan pasien ketika berkunjung ke rumah sakit," ungkap Caroline.
Menurutnya, rumah sakit memang tidak akan bisa menawarkan simplisitas yang dimiliki telemedicine. Namun, Caroline bersama Siloam bertekad menawarkan pelayanan rumah sakit yang serbamudah melalui teknologi dan digitalisasi. "Misal, ketika pasien datang bisa self check-in, bisa tentukan jadwal visit secara daring, bisa memantau kapan mereka akan masuk ruangan (rawat inap), bisa panggil suster untuk ganti infus via aplikasi, dan sebagainya," terangnya.
Baca juga:
Namun, Caroline mengaku masih ingin terus meningkatkan kemampuan digitalisasi di Siloam Hospitals, demi terus bersaing di era kemajuan teknologi, utamanya AI.
"Kalau engkong saya (Mochtar Riady) bilang, yang punya konten (barang), itu yang berkuasa. Dia mengatakan, 'kamu punya ribuan dokter dan spesialis, kan? Ya sudah, itu kamu manfaatkan'," ujar Caroline mengutip nasihat pengusaha ulung Indonesia itu.
Lebih lanjut, pebisnis yang akrab disapa Carol itu mengatakan pihaknya ingin bisa menciptakan self check-out, sehingga pasien bisa membayar melalui aplikasi. Namun, ia mengakui sistem itu masih sangat sulit diciptakan. "Kami juga akan menciptakan fitur analitikal. Jadi, pasien kolesterol bisa pantau progress kesehatan mereka per tiga bulan, juga riwayat vaksin, terutama bagi anak. Itu juga sedang kami kerjakan," tutupnya.(waf)
Baca juga:
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan