MerahPutih, Keuangan-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dengan dolar AS kemungkinan masih akan berlanjut. Hal itu dipicu beberapa faktor, di antaranya pasar yang tidak percaya dan minimnya investasi yang masuk.
"Bukan sekadar pasar yang tidak percaya, memang situasinya membuat tekanan pada rupiah. Ada beberapa hal, ada masalah internasional ada juga regional dan domestik. Gabungan dari ketiga itu maka tekanan (pada rupiah) akan muncul beberapa kali," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut di Jakarta, Jumat (14/8) seperti disitat Antara.
Dalam beberapa bulan terakhir mata uang rupiah terus merosot terhadap dollar AS. Hari ini kurs rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta dibuka melemah 56 poin menjadi Rp13.765 per dolar AS. Sementara pada penutupan sore di posisi Rp13.787 per dollar AS.
Menurut Darmin, salah satu cara untuk memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah dengan mengundang investasi asing masuk, terutama dalam bentuk valuta asing (valas).
"Semua itu sangat tergantung seberapa berhasil kita mengundang, senang atau tidak senang, investasi masuk, terutama dalam bentuk dolar dan dalam valas," kata dia.
"Kalau ada capital inflow (modal masuk) maka tekanan akan cepat reda," tambah Darmin. (Luh)
Baca Juga:
Usai Nota Keuangan Dibacakan, Rupiah Ditutup Melemah
Tutupi Defisit Anggaran Rp273,2 triliun, Pemerintah Mengandalkan Utang
Sambut Pidato Kenegaraan, Rupiah Cenderung Flat