MerahPutih.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Tengah) tampaknya masih akan berlangsung lama. Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, akhirnya berujung buntu.
“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan," kata Wakil Presiden (Wapres) AS, J.D. Vance, dalam keterangan pers kepada media, dikutip Antara, Minggu (12/4)
Namun, Vance menegaskan kebuntuan dalam perundingan damai itu justru akan lebih merugikan Iran. “Kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” imbuhnya.
Baca juga:
Perundingan Iran-AS Panas di Islamabad, Izin Kapal Perang di Selat Hormuz Jadi Pemicu
AS Klaim Sudah Tawarkan Kompromi Fleksibel
Vance yang memimpin delegasi AS dalam pembicaraan tersebut menyatakan telah menunjukkan fleksibilitas selama proses negosiasi. Menurutnya Washington telah menyampaikan secara jelas batasan serta ruang kompromi yang dapat diterima.
“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi,” ujarnya.
Namun, lanjut Vance, Iran memilih untuk tidak menerima syarat yang diajukan AS dalam perundingan. “Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” tegasnya.
Baca juga:
Wapres AS JD Vance Bertolak ke Islamabad, Peringatkan Iran untuk tak Main-Main dalam Perundingan
Isu Nuklir Jadi Titik Krusial
Wapres Vance mengungkan poin utama dalam negosiasi adalah komitmen Iran terkait pengembangan senjata nuklir. AS menilai belum ada jaminan kuat dari Teheran untuk menghentikan program tersebut dalam jangka panjang.
“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir… Kami belum melihatnya,” ungkap Vance, dilansir Antara.
Vance juga menegaskan proposal yang diajukan AS merupakan tawaran final. Namun, AS masih berharap Iran dapat berubah sikap di masa mendatang
“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” tandas orang nomor dua di negeri Paman Sam itu.
Baca juga:
Strategi Cerdas Pakistan Mediasi Iran-Amerika Dapat Jempol dari PBNU
Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Masih Berlanjut
Kebuntuan dalam perundingan ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari penyelesaian. Isu nuklir dan keamanan regional tetap menjadi sumber utama perbedaan kedua negara.
Situasi ini juga berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah serta dinamika geopolitik global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah strategis dunia. (*)