Tari Kataga, Bermula dari Perang Saudara di Pulau Sumba

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 16 Juni 2017
Tari Kataga, Bermula dari Perang Saudara di Pulau Sumba

Tari kataga, tarian khas Sumba yang menggambarkan para prajurit berperang (Foto: nusantaradulu.blogspot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki tarian khas bernama tari kataga. Irama gong yang khas, teriakan penuh semangat para penari, serta gebrakan tameng yang menggugah, membuat tarian ini selalu dinanti. Dengan hanya melihatnya, orang pasti langsung menangkap bahwa tari ini adalah tarian perang.

Tari kataga dilakukan oleh dua kelompok dalam formasi berbaris, masing-masing beranggotakan 8 orang atau lebih. Dua kelompok ini merupakan gambaran kubu yang saling berperang. Dengan kostum adat berikat kepala, pedang, dan perisai, para "prajurit" ini melakukan gerakan mengayunkan pedang, menghindari serangan musuh, dan menepuk perisai.

Dahulu di Anakalang (Sumba zaman megalitikum), terjadi perang antarmarga yang disebut dengan "perang tanding". Dalam perang tanding, pihak yang memperoleh kemenangan membawa pulang kepala musuh, yang digantung di uma adung. Setelah perang tanding selesai, biasanya para serdadu memeragakan cara mereka berperang tadi, seperti memotong, menangkis, dan menghindar.

Ketika perang tanding sudah tidak menjadi kebiasaan masyarakat setempat, gerakan-gerakan yang diperagakan para prajurit diadaptasi dalam tarian yang disebut kataga ini. Kataga berasal dari kata katagahu, yang berarti memotong kepala korban perang.

Kini, tari kataga masih menjadi tari tradisional populer di NTT untuk berbagai acara adat. Selain itu, tarian tersebut juga kerap ditampilkan pada acara penyambutan tamu dan pertunjukan budaya, baik di NTT maupun luar daerah.

Baca juga artikel mengenai tarian khas daerah lainnya di artikel Ternyata, Tarian Saman Terinspirasi Dari Permainan Tradisional.
#Tari Daerah #Pulau Sumba #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Simak kronologi lengkap bencana gempa M 6,1 yang merenggut nyawa warga lansia di Kodi Utara Sumba.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Indonesia
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Pertamina menunda pengoperasian Terminal BBM Reo di Manggarai, NTT pascagempa magnitudo 7,7. Dermaga masih menunggu tes struktur.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Bagikan