Petikan Merdu dari Sasando, Alat Musik Tradisional NTT

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 21 Agustus 2024
Petikan Merdu dari Sasando, Alat Musik Tradisional NTT

Alat musik petik Sasando. (website/kemenparekraf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Alat musik petik dengan bentuk khas setengah lingkaran atau disebut Sasando berasal Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan keunikannya, Sasando yang sebelumnya mucul dalam perhelatan adat, menarik perhatian dunia.

Dilansir dari rotendaokab.go.id, alat musik ini terdiri dari beberapa bagian. Bagian utama Sasando berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus.

Kedua, bagian bawah dan atas bambu terdapat tempat untuk memasang dan mengatur kencangnya dawai.

Ketiga, bagian tengah bambu biasanya diberi senda (penyangga) dimana dawai direntangkan. Senda ini digunakan untuk mengatur tangga nada dan menghasilkan nada yang berbeda di setiap petikan dawai. Keempat, wadah untuk resonansi berupa anyaman daun lontar yang sering disebut haik.

Sasando muncul di tengah kehidupan masyarakat sebagai media pengiring tarian, lagu, syair dan acara hiburan lainnya.

Baca juga:

Petualangan Masa Lalu di Gua Liang Bua, Rumah 'Hobit dari Flores' di NTT

Tiga Jenis Sasando

Sasando memiliki tiga jenis, yaitu Sasando Gong, Biola, dan Elektrik.

Sasando Gong khas Pulau Rote. Ia punya 12 dawai dari tali senar nilon sehingga ketika dipetik akan menghasilkan suara mengalun, lembut, dan merdu. Alat ini digunakan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional masyarakat Rote.

Adapun Sasando Biola mulai berkembang di Kupang pada akhir abad ke-18. Dijelaskan bahwa sasando jenis ini mengalami perubahan. Ia berukuran lebih besar di mana disertai dengan 48 buah dawai.

Bentuknya lebih mirip dengan biola. Dengan karakter suara yang lebih halus nan merdu laiknya biola. Jenis sasando ini sering digunakam ketika mengiringi tarian masyarakat NTT.

Jenis Sasando Elektrik pertama kali diciptakan oleh Arnoldus Edon pada 1960-an. Dengan alasan sasando tradisional hanya bisa didengarkan pada jarak dekat saja, sehingga perangkat elektronik ditambahkan agar suaranya bisa didengar lebih jauh.

Sasando Elektrik terdiri dari 30 dawai. Badan sasando tetap menggunakan daun lontar untuk mempertahankan bentuk aslinya.

Baca juga:

Aksara Lota Peninggalan Budaya Nusa Tenggara Timur

Perbedaan Sasando Elektrik terdapat pada spul atau transduser yang mengubah getaran dawai menjadi energi listrik. Kemudian diteruskan ke dalam amplifier untuk menghasilkan suara yang lebih kencang.

Cerita Rakyat

Hadirnya alat musik ini disertai cerita rakyat yang arif. Salah satu cerita yang banyak berkembang di masyarakat adalah kisah Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta dengan putri Raja.

Mengetahui Sangguana jatuh cinta kepada putrinya, sang Raja pun memberikan syarat untuk menerima Sangguana. Sangguana diminta untuk membuat alat musik yang berbeda dengan alat musik lainnya.

Pada suatu ketika, Sangguana pun bermimpi. Dalam mimpi tersebut dia memainkan alat musik yang berbentuk indah dan memiliki suara yang merdu.

Dari situlah Sangguana membuat alat musik yang disebut dengan Sasando dan diberikan kepada sang Raja. Raja pun kagum dengan alat musik yang dibuat oleh Sangguana, dan kemudian Raja menikahkan putrinya dengan Sangguana.

Secara harfiah nama Sasando berasal dari bahasa Rote, yaitu “Sasandu” yang berarti “bergetar atau berbunyi”. (Tka)

#Sasando #Alat Musik #Alat Musik Tradisional #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Indonesia
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Pertamina menunda pengoperasian Terminal BBM Reo di Manggarai, NTT pascagempa magnitudo 7,7. Dermaga masih menunggu tes struktur.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Indonesia
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
BMKG mencatat 1.979 gempa susulan pasca gempa 7,7 SR di NTT hingga 17 Agustus 2026. Aktivitas masih fluktuatif, diperkirakan stabil dalam 2–3 pekan
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi
Bagikan