Target Investasi Tahunan BKPM Sampai 2029 Demi Capai Instruksi Prabowo Ekonomi Tumbuh 8%
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani (Foto: Instagram/@rosanroesl
MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi delapan persen paling lambat dapat dicapai pada 2029 mendatang.
Untuk mencapai target itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menargetkan rata-rata tingkat penanaman modal di Indonesia naik sebesar 15,67 persen secara tahunan.
Menurut Rosan, peningkatan rata-rata tersebut ditujukan supaya rencana investasi baru yang masuk ke dalam negeri mencapai Rp 13.032,8 triliun atau US$ 814,6 miliar (kurs Rp16.000) hingga tahun 2029 bisa terpenuhi.
Baca juga:
BPI Danantara akan Bantu Pemerintah Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
"Tahun lalu (2024), kita bisa mencapai investasi dengan total US$ 114,3 miliar atau setara Rp 1.714 triliun, dan ini 103,9 persen dari target," kata kepala BKPM, dalam diskusi Bank Dunia di Jakarta, dilansir Antara, Senin (10/2).
Lebih detail ke depan, Rosan merinci untuk target penanaman modal pada tahun 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun atau US$ 119,1 miliar. Target 2026 Rp 2.175,26 triliun atau US$ 136 miliar dan sepanjang 2027 Rp 2.567,47 triliun atau US$ 160,5 miliar.
Adapun, target tahun 2028 Rp2.969,64 triliun atau US$ 185,6 miliar dolar AS. Sedangkan, terakhir 2029 target investasi masuk mencapai Rp 3.414,82 triliun atau US$ 213,4 miliar. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Target Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bakal Sulit Tercapai, Ini Alasanya
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat