Tanpa Rumah dan Air, Derita Warga Jenin Terdampak Serangan Israel

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 14 Februari 2025
Tanpa Rumah dan Air, Derita Warga Jenin Terdampak Serangan Israel

Anggota pasukan Israel. Foto: ANTARA/Xinhua/HO-IDF

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perang antara Israel dan Hamas meninggalkan duka mendalam bagi warga Jenin, Palestina. Rentetan tembakan senjata mesin, hingga hempasan bom-bom yang dijatuhkan angkata udara Israel, membuat puluhan warga Palestina bermukim di sana kehilangan nyawanya.

Komite Media Kamp Jenin, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (14/2), mencatat bahwa tahun ini 25 warga di kota tersebut tewas selama konflik berdarah di tanah Palestina berlangsung. Sebanyak 20.000 orang juga mengungsi, kehidupan mereka terenggut perang karena rumah-rumahnya tinggal puing.

Tak hanya kehilangan tempat tinggal, mereka juga harus mengahadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah. Pada Kamis, tentara Israel juga telah mencegah air mencapai empat rumah sakit utama di wilayah tersebut dan mengatakan bahwa 35 persen penduduk kota Jenin mengalami kekurangan air.

Sejak gencatan senjata di Gaza diumumkan bulan lalu, Israel telah meningkatkan frekuensi dan intensitas serangannya di Jenin dan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, meninggalkan kehancuran yang meluas dan krisis kemanusiaan.

Baca juga:

Hamas Tunda Pembebasan Sandera Israel, Tuding ada Pelanggaran Gencatan Senjata

Pada hari Kamis, tentara Israel melancarkan serangan terhadap kendaraan yang diparkir di Jenin, tetapi sejauh ini belum ada laporan korban terluka.

Kamp pengungsi Jenin didirikan pada tahun 1953 oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Kamp ini difungsikan untuk menampung warga Palestina yang mengungsi, dan menjadi pusat bagi kelompok perlawanan Palestina beroperasi di bawah payung Brigade Jenin dan telah lama menjadi titik fokus serangan militer Israel.

Pada hari Kamis, tentara Israel juga mengatakan telah menahan lebih dari 90 warga Palestina minggu ini di Tepi Barat yang diduduki.

Penangkapan Warga Palestina Oleh Tentara Israel yang Tak Pernah Berakhir

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengatakan sedikitnya 380 orang telah ditangkap oleh pasukan Israel sejak dimulainya operasi militer skala besar mereka di Tepi Barat yang diduduki setelah gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada 19 Januari.

Baca juga:

Erdogan Puji Indonesia Bersikap Tegas Dukung Kemerdekaan Palestina, Ingin Terus Kerja Sama untuk Tangani Isu Kemanusiaan

Selama 24 hari terakhir, setidaknya 150 warga Palestina di Jenin harus menghadapi nasib pahit: ditangkap tanpa kepastian. Di Tulkarem, pengepungan selama 18 hari berujung pada penahanan 125 orang, sementara di Tubas, dalam kurun 17 hari, sedikitnya 100 warga mengalami hal serupa.

Angka-angka itu, menurut Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), hanyalah bagian dari gelombang penangkapan yang terus meluas, menambah deretan luka di tanah yang sudah lama dirundung duka.(ikh)

#Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Bantuan Kemanusian ke Gaza Masih Dihambat Israel, 95 Persen Warga Gaza Butuh Bantuan
Sebelas negara Eropa dan Kanada mengumumkan rencana untuk memberlakukan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dengan permukiman Israel yang dinilai ilegal
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Bantuan Kemanusian ke Gaza Masih Dihambat Israel, 95 Persen Warga Gaza Butuh Bantuan
Fashion
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Adidas mengakui materi promosi yang digunakan tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran di tengah publik.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Dunia
Israel Gempur Gaza, 5 Orang Tewas dan Puluhan Terlukan Dalam 24 Jam
Kemungkinan masih ada korban tewas yang tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang hancur atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Israel Gempur Gaza, 5 Orang Tewas dan Puluhan Terlukan Dalam 24 Jam
Dunia
Israel Tangkap Petinggi Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas kembali berada dalam situasi genting. Pasukan Israel menangkap seorang petinggi keamanan Hamas.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
Israel Tangkap Petinggi Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Bagikan