Tanpa Disadari Makanan dan Minuman Ini Sebabkan Gigi Keropos

Pradia EggiPradia Eggi - Senin, 29 Januari 2024
Tanpa Disadari Makanan dan Minuman Ini Sebabkan Gigi Keropos

Gigi keropos bisa dipicu dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi. Foto: Shutterstock.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gigi yang mengalami keropos umumnya disebabkan oleh terkikisnya enamel gigi akibat paparan zat asam. Risiko gigi keropos dapat meningkat pada individu dengan kondisi medis tertentu, seperti mulut kering, penyakit asam lambung, atau mereka yang mengonsumsi obat antihistamin.

Melansir laman Alodokter, enamel, sebagai lapisan pelindung gigi, dapat terkikis karena frekuensi tinggi mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, menyebabkan gejala seperti gigi sensitif dan mudah patah.

Untuk mencegah terjadinya gigi keropos, sebaiknya dihindari beberapa jenis makanan dan minuman tertentu.

Misalnya, roti yang dapat meninggalkan sisa di sela-sela gigi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab keropos gigi.

Baca Juga: Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

Permen manis dan makanan yang tinggi gula juga dapat memicu kerusakan gigi karena bakteri dalam mulut mengubah gula menjadi zat asam yang dapat merusak enamel.

Buah yang asam, seperti jeruk dan lemon, juga dapat mengikis enamel gigi, sehingga disarankan untuk membilas mulut dengan air putih setelah mengonsumsi buah tersebut.

Minuman bersoda dikenal dapat membentuk plak gigi dan menghasilkan lebih banyak asam, menyebabkan enamel gigi terkikis. Kebiasaan mengunyah es batu juga dapat merusak enamel dan membuat gigi rentan terkelupas atau patah.

Baca Juga: Atasi Gigi Ngilu dengan Cara Sederhana Ini

Agar gigi tetap sehat, penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama kalsium, dengan mengonsumsi makanan seperti susu dan keju.

Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tepung dan gula, membersihkan gigi dengan produk yang mengandung fluoride, mengunyah permen karet tanpa gula, dan mengurangi asupan kafein dan alkohol juga dapat menjadi langkah-langkah preventif.

Selain itu, perawatan rutin dan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali akan membantu menjaga kesehatan gigi hingga usia lanjut.

#Kesehatan #Gigi
Bagikan
Ditulis Oleh

Pradia Eggi

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan