Tanggung Jawab Negara, Warga Sebut Sudah Seharusnya Vaksin COVID-19 Gratis

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 18 Desember 2020
Tanggung Jawab Negara, Warga Sebut Sudah Seharusnya Vaksin COVID-19 Gratis

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac dibawa menuju Bio Farma di Kota Bandung, Senin dini hari, 7 Desember 2020. (ANTARA/BPMI Setpres/Muchlis Jr/pri.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat gembira akhirnya vaksin COVID-19 digratiskan oleh Presiden Jokowi. Mengingat vaksin ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi penularan virus corona di Indonesia.

Vaksin gratis bisa mempercepat pengendalian COVID-19 karena warga nantinya pasti mau berbondong-bondong disuntik.

Seorang warga Kelurahan Meruya, Kembangan Jakarta Barat, Agung (27) mengatakan, memang sudah seharusnya obat kebal virus corona itu disuntikkan ke warga secara cuma-cuma. Warga pasti akan antusias melaksanakan vaksin bila nantinya ada kegiatan penyuntikan.

Baca Juga:

Lama Antibodi Vaksin COVID-19 Sinovac-Bandung Baru Diketahui April 2021

"Gue seneng sih vaksin gratis dan memang sudah seharusnya gratis," ujar Agung kepada Merahputih.com, Jumat (18/12).

Terlebih ia juga beranggapan, vaksin merupakan tanggung jawab pemerintah kepada rakyat. Alasannya, anggaran yang dibelikan negara ialah uang rakyat dari pembayaran pajak.

Terlebih saat ini, banyak postur anggaran lain dialihkan untuk penanganan COVID-19, yang salah satunya duit untuk belanja vaksin.

"Menurut gue vaksin COVID-19 itu merupakan tanggung jawab negara pada rakyatnya, jadi harus gratis," ungkapnya.

Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)
Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)

Agung pun berpesan pada pemerintah agar kualitas vaksin yang diberikan ke masyarakat harus sama, tidak memedulikan latar belakang apa. Mau itu pejabat, tenaga kesehatan, atau warga harus sama tak boleh berbeda.

Agung berharap, vaksin yang akan disuntikkan ke rakyat harus diperiksa ulang dan dipastikan keamanannya. Jangan sampai nantinya mempunyai risiko berbahaya bagi tubuh.

"Semoga vaksin aman dan bisa didistribusikan cepat ke seluruh Indonesia deh," tegasnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona

Hal sependapat juga diungkapkan oleh Tia (25). Ia mengaku senang pemerintah memberikan harga gratis untuk vaksin. Sehingga nantinya rakyat tidak mengeluarkan uang seperser pun. Mengingat saat ini perekonomian warga sedang melemah.

"Ya seneng lah. Jadi nanti kagak keluarin duit. Gue sih denger-denger kemarin sampai jutaan kan, (tapi) alhamdulilah gratis," paparnya.

Hanya saja, Tia berpesan ke pemerintah untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 secara merata. Jangan sampai ada warga Indonesia yang luput dari penyuntikan.

"Paling penting nantinya pemberian vaksin harus rata. Jangan (hanya) di kota yang zona merah, tapi harus semua warga," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih

#Virus Corona #Vaksin Covid-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Informasi ini diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”.
Frengky Aruan - Senin, 09 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kasus Autoimun Meroket Akibat Vaksinasi COVID-19
Reaktivitas silang antara protein SARS-CoV-2 pada vaksin dan protein manusia dapat menyebabkan berbagai kondisi autoimun, dari dermatitis ringan, kerusakan organ, kelumpuhan, sampai kematian.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 Oktober 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Kasus Autoimun Meroket Akibat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 AstraZeneca Penyebab Sakit Jantung
Beredar narasi yang mengeklaim vaksin Astrazeneca merupakan penyebab jantung terasa sakit tanpa sebab.
Frengky Aruan - Jumat, 09 Agustus 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 AstraZeneca Penyebab Sakit Jantung
Lifestyle
Kemenkes Jelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Disebut Timbulkan Thrombocytopenia Syndrome
Dwi Astarini - Kamis, 02 Mei 2024
Kemenkes Jelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Disebut Timbulkan Thrombocytopenia Syndrome
Indonesia
Indonesia Miliki Sisa Vaksin COVID-19 Sekitar 5,22 Juta Dosis
Terdapat sebanyak 1.345 kasus aktif pada Januari hingga Maret 2024. Adapun kasus mingguan mencapai 28 kasus, dan pengecekan mingguan sebanyak 7.700 kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Maret 2024
Indonesia Miliki Sisa Vaksin COVID-19 Sekitar 5,22 Juta Dosis
Bagikan