Tanggapi Survei Roy Morgan, BPN: Itu Sudah Jadi Ajang Bisnis
Jokowi dan Prabowo. (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi buka suara menanggapi hasil survei lembaga Roy Morgan Research yang menempatkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi.
Hasil survei lembaga dari Australia itu menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf meraup dukungan 58%, sedangkan Prabowo-Sandi meraih dukungan 42%
Tim Ahli Ekonomi BPN Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier, menilai survei dalam kontestasi politik saat ini hanya menjadi lahan bisnis.
"Sudah lama saya prihatin, dan sudah lama saya mengutarakan bahkan sejak mulai pemilihan gubernur, survei mensurvei itu sudah lama dijadikan ajang bisnis," kata Fuad di Markas BPN, Prabowo-Sandi, di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (3/3).
Tak hanya soal survei, menurut Fuad, pemberian gelar kepada sejumlah tokoh nasional dari lembaga-lembaga di dalam maupun di luar negeri juga sudah dijadikan sebagai ajang bisnis semata.
"Jadi kredibitas dari semua itu sudah sangat menurun. Itu secara objektif. Karena sudah jadi lahan bisnis," ujar dia.
Fuad mengungkapkan pihak Koalisi Indonesia Adil Makmur juga kerap didekati oleh sejumlah lembaga survei untuk diajak bekerja sama. Namun, kata dia, kubu Prabowo menolak tawaran tersebut.
"Kita juga suka di-approach kanan kiri. Jujur saja, tapi kita tidak pernah mau merespon semua pendekatan-pendekatan dari lembaga-lembaga yang sifatnya adalah mau berbisnis. Karena nanti jadi rusak," ungkapnya.
Menurut mantan Menteri Keuangan di era Orde Baru ini, jika BPN menerima tawaran dari sejumlah lembaga survei, justru akan semakin menyuburkan bisnis tersebut.
"Daripada kita nanti ribut urusan begitu, kalau kita khawatir seperti itu justru ajang bisnisnya semakin laku. Maka kita cuekin ajalah, jadi mati sendiri. Dan ini orang-orang semua main ini, dalem dan luar negeri semua pada ikut main," pungkasnya.
Sebelumnya lembaga survei Roy Morgan Research merilis hasil sigi mereka terhadap dua pasangan calon presiden. Hasil survei lembaga dari Australia itu menunjukkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraup dukungan 58% dari pemilih Indonesia, sedangkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih dukungan 42%
Menurut rilis Roy Morgan, capaian Jokowi-Amin pada survei selama Januari 2019 sebesar 58% itu mengalami kenaikan 5% dari hasil Pilpres 2014 ketika Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Sementara itu, 42% raihan Prabowo-Sandi itu mengalami penurunan 5% dari hasil Pilpres 2014, yakni saat itu Prabowo menggandeng Hatta Rajasa sebagai cawapres. (Pon)
Baca Juga: Survey PolcoMM: AHY Layak Dampingi Jokowi Ketimbang Gatot Nurmantyo
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Aturan Baru, Pemasangan Atribut Parpol di Ruang Publik Jakarta Maksimal 6 Hari
High Cost Politics Calon Bikin Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Bukan Ubah Cara Pemilihan
Survei DFW Temukan 3 Kendala Besar Koperasi Merah Putih
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Tutup Dikbar, Cak Imin Ingin Perempuan Bangsa Banyak Mewarnai PKB
Hasil Survei LSI Denny JA: Soeharto Jadi Presiden RI yang Paling Disukai
Hasil Survei: Menkeu Purbaya Masuk Bursa Capres-Cawapres 2029, Unggul Jauh dari Gibran
Jawa Timur Paling Puas, Maluku - Papua Paling Kritis terhadap Pemerintahan Prabowo - Gibran
Bidang Pendidikan Paling Memuaskan, Ekonomi Jadi PR di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran