Tanggapi Survei Roy Morgan, BPN: Itu Sudah Jadi Ajang Bisnis

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 04 Maret 2019
Tanggapi Survei Roy Morgan, BPN: Itu Sudah Jadi Ajang Bisnis

Jokowi dan Prabowo. (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi buka suara menanggapi hasil survei lembaga Roy Morgan Research yang menempatkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Hasil survei lembaga dari Australia itu menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf meraup dukungan 58%, sedangkan Prabowo-Sandi meraih dukungan 42%

Tim Ahli Ekonomi BPN Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier, menilai survei dalam kontestasi politik saat ini hanya menjadi lahan bisnis.

"Sudah lama saya prihatin, dan sudah lama saya mengutarakan bahkan sejak mulai pemilihan gubernur, survei mensurvei itu sudah lama dijadikan ajang bisnis," kata Fuad di Markas BPN, Prabowo-Sandi, di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (3/3).

Tak hanya soal survei, menurut Fuad, pemberian gelar kepada sejumlah tokoh nasional dari lembaga-lembaga di dalam maupun di luar negeri juga sudah dijadikan sebagai ajang bisnis semata.

"Jadi kredibitas dari semua itu sudah sangat menurun. Itu secara objektif. Karena sudah jadi lahan bisnis," ujar dia.

Fuad mengungkapkan pihak Koalisi Indonesia Adil Makmur juga kerap didekati oleh sejumlah lembaga survei untuk diajak bekerja sama. Namun, kata dia, kubu Prabowo menolak tawaran tersebut.

"Kita juga suka di-approach kanan kiri. Jujur saja, tapi kita tidak pernah mau merespon semua pendekatan-pendekatan dari lembaga-lembaga yang sifatnya adalah mau berbisnis. Karena nanti jadi rusak," ungkapnya.

Menurut mantan Menteri Keuangan di era Orde Baru ini, jika BPN menerima tawaran dari sejumlah lembaga survei, justru akan semakin menyuburkan bisnis tersebut.

"Daripada kita nanti ribut urusan begitu, kalau kita khawatir seperti itu justru ajang bisnisnya semakin laku. Maka kita cuekin ajalah, jadi mati sendiri. Dan ini orang-orang semua main ini, dalem dan luar negeri semua pada ikut main," pungkasnya.

Sebelumnya lembaga survei Roy Morgan Research merilis hasil sigi mereka terhadap dua pasangan calon presiden. Hasil survei lembaga dari Australia itu menunjukkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraup dukungan 58% dari pemilih Indonesia, sedangkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih dukungan 42%

Menurut rilis Roy Morgan, capaian Jokowi-Amin pada survei selama Januari 2019 sebesar 58% itu mengalami kenaikan 5% dari hasil Pilpres 2014 ketika Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Sementara itu, 42% raihan Prabowo-Sandi itu mengalami penurunan 5% dari hasil Pilpres 2014, yakni saat itu Prabowo menggandeng Hatta Rajasa sebagai cawapres. (Pon)

Baca Juga: Survey PolcoMM: AHY Layak Dampingi Jokowi Ketimbang Gatot Nurmantyo

#Survei #Pilpres 2019 #Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Indonesia
Cegah Korupsi Politik, KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Dibatasi 2 Periode
KPK usulkan ketua umum partai maksimal 2 periode untuk cegah korupsi politik. Simak 16 rekomendasi lengkap perbaikan parpol.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Cegah Korupsi Politik, KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Dibatasi 2 Periode
Indonesia
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
PKB Jakarta Barat menekankan peran penting partai yang hadir untuk masyarakat. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun lewat narasi politik saja.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Bukan Cuma Janji, PKB Tekankan Peran Partai Hadir untuk Masyarakat
Indonesia
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Prabowo menekankan, para Ketua DPRD yang hadir, meski berasal dari latar belakang politik berbeda, tetap memiliki semangat kebangsaan yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Seskab Teddy Kenalkan Istilah Inflasi Pengamat, Banyak Bicara Tanpa Data Tak Sesuai Bidang
Istilah baru yang diperkenakan Seskab itu merujuk kepada banyak pihak yang memberikan analisis di berbagai bidang tanpa didukung latar belakang maupun data yang sesuai fakta.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Seskab Teddy Kenalkan Istilah Inflasi Pengamat, Banyak Bicara Tanpa Data Tak Sesuai Bidang
Bagikan