Tanah Longsor dan Banjir Kembali Terjadi di Kabupaten Banyumas

Frengky AruanFrengky Aruan - Jumat, 06 Desember 2024
Tanah Longsor dan Banjir Kembali Terjadi di Kabupaten Banyumas

Petugas BPBD dan DPU Kabupaten Banyumas saat membersihkan ruas jalan kabupaten dari sisa-sisa material longsoran. (ANTARA/HO-BPBD Banyumas.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan lebat pada Kamis (5/12) sore hingga malam hari mengakibatkan banjir dan tanah longsor kembali terjadi di sejumlah wilayah Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Budi Nugroho.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, tanah longsor terjadi di Desa Panembangan RT-08/RW-02 Kecamatan Cilongok pada hari Kamis (5/12), pukul 19.30 WIB," katanya di Purwokerto Banyumas, Jumat (6/12) dikutip dari Antara.

Material longsoran menutup ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Panembangan dengan Desa Sambirata. BPBD Kabupaten Banyumas telah menerjunkan personel untuk melakukan kajian cepat dan penanganan terhadap kejadian tersebut.

"Berdasarkan kajian cepat, kejadian longsor disebabkan adanya kolam ikan di sekitar lokasi longsoran, kondisi lereng terjal, tanah dan fondasi jenuh air, serta curah hujan cukup tinggi dan terjadi lebih dari satu jam," katanya.

Baca juga:

Update Banjir Bandang Sukabumi, Tim SAR Masih Evakuasi Warga yang Tertimbun

Sementara itu, banjir luapan terjadi di Desa Gumelar Kidul RT-06/RW-01 dan RT-01/RW-08 Kecamatan Tambak, serta Grumbul Karet RT-01 dan 04/RW-04 Kelurahan Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh.

Kejadian banjir di Desa Gumelar Kidul disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Gular, sedangkan di Grumbul Karet akibat luapan Sungai Angin.

"Saat ini, kami juga masih melakukan penanganan terhadap bencana tanah bergerak di Grumbul Banjat RT-05/RW-04 Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, yang terjadi pada hari Minggu (1/12), pukul 23.00 WIB, mengakibatkan rumah milik Pak Sidam (57) mengalami keretakan," katanya.

Berdasarkan kajian cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Banyumas yang dilakukan pada hari Kamis (5/12), kejadian tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, kondisi tanah labil, dan adanya penggalian tanah.

Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, katanya, dapat menyebabkan pergerakan tanah susulan, sehingga perangkat desa setempat terus melakukan pemantauan.

"Meskipun mengalami keretakan, rumah tersebut masih bisa dihuni oleh Pak Sidam bersama istrinya. Namun ketika hujan, mereka akan mengungsi ke rumah saudara," kata Budi. (*)

#Kabupaten Banyumas #Banjir #Tanah Longsor #Bencana Hidrometeorologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Indonesia
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia
Momen tahun ini terasa makin spesial karena puncaknya bertepatan dengan fase bulan baru
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
BMKG memperingatkan banjir rob mengancam pesisir utara Jakarta hingga 21 Mei 2026. Berikut wilayah yang terdampak.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Bagikan