Taman Budaya Yogyakarta Kenangan Tangan Sri Sultan HB IX

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 02 Februari 2016
Taman Budaya Yogyakarta Kenangan Tangan Sri Sultan HB IX

Gedung Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani, Yogyakarta. (Foto: indonesiakaya.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terletak di Jalan Sri Wedani Nomor 1, Yogyakarta. Salah satu gedung pusat kegiatan seni-budaya di Yogyakarta itu merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Sri Sultan HB IX paham betul bahwa Yogyakarta membutuhkan suatu pusat yang menjadi ruang ekspresi seniman maupun budayawan di Yogyakarta. Saat ayahanda Gubernur Yogyakarta saat ini Sri Sultan HB X menjadi wakil presiden, ia meresmikan gedung yang pada dasarnya agar seluruh warga lebih mengenal tentang seni-budaya di Kota Pelajar ini.

Taman Budaya Yogyakarta pada awalnya bernama Purna Budaya. Diresmikan pada 11 Maret 1977. Seputar tahun itu pula, selain di Yogyakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membangun gedung-gedung bernama "Taman Budaya" di beberapa wilayah di Indonesia. Di Yogyakarta sendiri, lebih spesial karena diresmikan oleh kelahiran Yogyakarta yang sedang menjabat sebagai wakil presiden, Sri Sultan HB X.

Taman Budaya Yogyakarta tidak pernah sepi dari kegiatan seni-budaya. Berbagai pameran dilangsungkan di sini sehingga Yogyakarta hingga sekarang dikenal selalu ramai kegiatan seni-budaya. Hari ini, Selasa (2/2), sebuah pameran seniman mantan tahanan Lapas Cebongan yaitu Adjikoesoemo. Semua orang memiliki kesempatan untuk berekspresi di TBY. Semua orang memiliki akses yang sama untuk menikmati hasil karya orang lain. Adjikoesoemo menceritakan kisah "gelap" saat berada di lapas melalui guratan lukis dalam kanvas. Masyarakat bisa belajar dari pameran tersebut. Belajar di taman budaya ini.

Purna Budaya terbagi ke dalam dua tempat, yaitu satu sisi Gedung Concert Hall untuk diskusi sastra, pameran, dan pelatihan-pelatihan. Sedangkan di sisi lain yaitu untuk apresiasi pentas teater, tari, musik dan setiap pertunjukan seni bernama Gedung Coietet Militair. Untuk mengenal Yogyakarta dengan segala keunikannya ini, bisa dengan mengikuti setiap ekspresi keindahan di gedung budaya ini. Berdiksuksi dan belajar mempelajari setiap sari kehidupan dari tangan para seniman.

Sri Sultan HB IX sangat mencintai Indonesia. Ia menjadi penentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan bagi Indonesia. Ia juga yang membawa Yogyakarta menjadi kerajaan yang bergabung dengan Republik pasca kemerdekaannya. Ia sempat memangku jabatan beberapa menteri pasa masa pemerintahan Presiden Soekarno. Bukan hanya tempat para seniman budayawan, Taman Budaya Yogyakarta tentu diresmikan untuk masyarakat khususnya warga Yogyakarta untuk mencintai dan meresapi budi, karsa, dan cipta manusia Indonesia yang merdeka seutuhnya.


BACA JUGA:

  1. Ketika Mantan Tahanan Lapas Cebongan Pameran Karya
  2. Pameran Lukisan Karya Basuki Abdullah
  3. Amerika Kembalikan Lukisan Picasso yang Dicuri
  4. Pameran Lukisan Nusantara
  5. Lukisan Maria ‘Bergerak’ Gegerkan Warga Australia

 

#Wisata Yogyakarta #Yogyakarta #Taman Budaya Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan