Tak Kunjung Reshuffle, Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Drama Politik

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 10 Juli 2020
Tak Kunjung Reshuffle, Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Drama Politik

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo tak kunjung terjadi. Padahal, kemarahan orang nomor satu di Indonesia itu membuat publik menerka-nerka soal siapa pejabat yang bakal dicopot.

Karenanya, hanya akan berujung gimmick politik, apabila hal itu tidak dilakukan sama sekali. Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, soal reshuffle atau tidak itu tergantung Jokowi, karena dia yang punya otoritas.

Baca Juga

Dalam 6 Bulan, Defisit Anggaran Capai Rp257 Triliun

"Namun catatan saya, jika tak ada reshuffle, rakyat makin tak akan percaya lagi pada Jokowi. Karena sudah marah-marah lalu mengancam reshuffle, dan ternyata reshuffle tak ada," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/7).

Di sisi lain, Ujang Komarudin juga menilai inkonsistensi dari pihak Istana, terkait ancaman reshuffle kabinet yang keluar dari mulut orang nomor satu di Indonesia. Ini lantaran Mensesneg Pratikno sempat menyatakan tidak ada reshuffle kabinet, karena kinerja menteri dianggap sudah membaik.

"Masak iya, hanya dalam hitungan hari kinerja menteri sudah membaik?" ucap Ujang.

Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia mengungkapkan, sebaiknya Istana tidak boleh banyak retorik. Jika akan ada reshuffle segera lakukan.

"Jika tidak, ya tak apa-apa. Toh nanti rakyat yang akan menilai pemerintah. Apakah marah-marahnya Jokowi tersebut gimmick dan retorik atau benar? Hanya waktu yang akan bisa menjawab," tutup Ujang Komarudin.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, jika Jokowi urung melakukan reshuffle kabinet, maka akan ada respon balik dari masyarakat.

"Itu akan ada back fire dari rakyat ke Jokowi. Masak iya, banyak kinerja menteri yang jeblok, tapi tak ada reshuffle," tutur Ujang.

Jokowi
Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Yang teranyar, Presiden Jokowi kembali menegur jajaran para menterinya di Kabinet Indonesia Maju karena dirasa seperti cuti ketika work from home. Para menteri yang dapat teguran spesial dari Jokowi dinilai layak untuk diganti alias di-reshuffle.

"Jokowi ngegas menteri-menterinya merupakan hal yang wajar. Dia bosnya. Dia pimpinannya. Dan dia yang milih menteri-menterinya," ungkap pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Menurut Ujang, alasan Jokowi ngegas kembali adalah karena ada menteri yang salah dan lambat dalam bekerja. Ia menyebut, tak mungkin Jokowi akan marah apabila para menterinya bekerja dengan baik.

"Seperti layaknya mobil, jika kita gas, maka mobil akan berjalan kencang. Namun jika pedal gasnya, tak diinjak lebih dalam, maka jalannya akan landai. Begitu juga kinerja para menteri Jokowi. Jika tak digas, kinerjanya landai dan lamban. Hingga Jokowi marah-marah mengancam reshuffle," tutur dia.

Ujang juga menilai Jokowi terlambat memberikan teguran saat ini. Seharusnya teguran diberikan di awal pandemi virus Corona sehingga para menterinya bisa bekerja cepat dan baik.

"Harusnya menegur sebelum pandemi. Agar ketika pandemi, para menteri bekerja dengan gaspol. Namun karena menegurnya, saat new normal saat ini, justru yang terlihat adalah kegagalan-kegagalan para menteri dalam mengurus kementeriannya di masa pandemi," ucap Ujang.

"Namun, dari pada tidak sama sekali. Teguran Jokowi tersebut sangat penting. Untuk memacu dan memicu agar para menteri bekerja lebih baik lagi. Ucapan Jokowi, yang mengatakan bahwa 3 bulan WFH (work from home) seperti udah cuti. Itu artinya para menteri ketika WFH tak banyak kerja. Tak banyak melakukan terobosan-terobosan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat, bangsa, dan negara," tambahnya.

Baca Juga

Terdampak Pandemi, 124.193 WNI Kembali ke Tanah Air

Sehingga, sudah selayaknya menteri-menteri yang tak mumpuni diganti. Apalagi selama pandemi, kinerja menteri dinilai bisa dengan mudah dievaluasi.

"Jika kinerjanya selama pandemi atau 3 bulan terakhir jeblok, maka tak perlu dipertahankan. Para menteri itu kan digaji negara, mendapat fasilitas wah dan mewah, kemana-mana diistimewakan. Jika menteri selama WFH dianggap cuti oleh Jokowi, maka menteri-menteri tersebut layak diganti," sebut Ujang. (Knu)

#Reshuffle Kabinet #Presiden Jokowi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Tanggapi Positif Perombakan Kabinet, Sebut Presiden Prabowo Tahu Orang yang Punya Kapabilitas
Reshuffle menjadi hak prerogatif Presiden untuk menempatkan orang sesuai dengan kapabilitas orang dan tujuan penugasan di lembaga yang dipimpin
Dwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
DPR Tanggapi Positif Perombakan Kabinet, Sebut Presiden Prabowo Tahu Orang yang Punya Kapabilitas
Indonesia
Hasan Nasbi Sebut Tantangan Penasihat Khusus Presiden Meluruskan Berita Keliru Tentang Pemerintah
Hasan menyampaikan perannya sebagai pembantu Presiden akan difokuskan pada sinergi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Hasan Nasbi Sebut Tantangan Penasihat Khusus Presiden Meluruskan Berita Keliru Tentang Pemerintah
Indonesia
Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina, Abdul Kadir Karding Punya Harta Rp16,19 M
Karding terakhir menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina, Abdul Kadir Karding Punya Harta Rp16,19 M
Indonesia
Ditunjuk Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Fokus Benahi Masalah Sampah
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, baru saja dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia mengatakan bakal fokus membenahi masalah sampah.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Ditunjuk Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Fokus Benahi Masalah Sampah
Indonesia
Dudung Abdurachman Resmi Jadi KSP, Siap Pangkas Birokrasi dan Percepat Program Presiden
Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan oleh Prabowo. Ia menegaskan akan memangkas birokrasi dan mempercepat program nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 27 April 2026
Dudung Abdurachman Resmi Jadi KSP, Siap Pangkas Birokrasi dan Percepat Program Presiden
Indonesia
Profil Abdul Kadir Karding: Kepala Barantin yang Pindah Haluan dari Urus Pekerja Migran ke Karantina
Sosok kelahiran Donggala ini membawa pengalaman panjang selama tiga periode di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak 2009 hingga 2024
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Profil Abdul Kadir Karding: Kepala Barantin yang Pindah Haluan dari Urus Pekerja Migran ke Karantina
Indonesia
Jumhur Hidayat Bakal Pimpin Langsung Aksi May Day 2026 Pakai Motor Meski Sudah Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Selain urusan ketenagakerjaan, Jumhur Hidayat langsung tancap gas memetakan masalah krusial di kementeriannya
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Jumhur Hidayat Bakal Pimpin Langsung Aksi May Day 2026 Pakai Motor Meski Sudah Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Indonesia
Muhammad Qodari Resmi Jadi Kabakom, Akui Tantangan Komunikasi Pemerintah Semakin Kompleks
Muhammad Qodari dilantik sebagai Kabakom oleh Prabowo. Ia mengakui tantangan komunikasi pemerintah semakin kompleks, terutama di era media sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 27 April 2026
Muhammad Qodari Resmi Jadi Kabakom, Akui Tantangan Komunikasi Pemerintah Semakin Kompleks
Indonesia
Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden, Hasan Nasbi Siap Perkuat Komunikasi Pemerintah
Hasan Nasbi baru saja dilantik jadi penasihat khusus presiden. Ia pun mengatakan, bahwa siap memperkuat strategi komunikasi pemerintah.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden, Hasan Nasbi Siap Perkuat Komunikasi Pemerintah
Indonesia
Profil Hasan Nasbi: Pendiri Lembaga Survei yang Kini Kembali Masuk Kabinet Merah Putih
Hasan Nasbi baru saja dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Ia dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Profil Hasan Nasbi: Pendiri Lembaga Survei yang Kini Kembali Masuk Kabinet Merah Putih
Bagikan