MerahPutih.Com - Anggota DPD Fahira Idris mengaku tak masalah dirinya dipolisikan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid pada Minggu (1/3) malam.
Ia mengaku mental setebal baja adalah satu modal untuk terjun ke dunia politik.
Baca Juga:
Fahira Idris Dipolisikan karena Diduga Sebarkan Hoaks Virus Corona
"Salah satu modal masuk ke dunia politik, harus punya mental setebal baja. Kalau hanya seukuran martabak tipis kering, bisa habis kita dimakan. Kita harus siap di kritik, dibully, sampai dilaporkan ke polisi," kata Fahira dalam keterangannya, Senin (2/3).
Ia berharap dirinya selalu sabar dan teguh menghadapi segala pelaporan.
"Mohon doa sahabatku, semoga saya tetap istiqomah," jelas Fahira.
Fahira berharap para buzzer bisa melakukan hal tersebut sesering mungkin, karena serangan itu secara tidak langsung telah membantu mengkampanyekan dirinya.
Diketahui, tagar itu muncul karena cuitan akun Twitter Fahira yang menyebut 'ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona di Indonesia.' Netizen yang melambungkan tagar itu menuding Fahira menyebar berita bohong atau hoaks.
"Terkait tagar tentang saya #TangkapFahiraIdris yang Trending Topic, hari ini saya mau ucapkan terima kasih banyak kepada para buzzer, terima kasih sudah mempopulerkan saya secara gratis," kata Fahira.
"Kalau bisa sering-seringlah. Hitung-hitungan bantu kampanyekan saya, tahun 2024 sebentar lagi lho," kata anak mantan Menteri Fahmi Idris ini.
Baca Juga:
Fahira Idris Sebut Pansus Banjir Terlihat Kontraproduktif Jika Dipolitisir
Sebelumnya, pada Sabtu (29/2), media sosial dihebohkan dengan cuitan akun Twitter Fahira Idris yang menyebut di Indonesia ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona.
Meski cuitan itu tak lagi terlihat di akun Twitternya, namun screenshot kicauan Fahira telah tersebar luas di media sosial dan jadi perbincangan hangat netizen.(Knu)
Baca Juga:
Diperiksa Polisi, Fahira Idris Bawa Bukti Foto 'Joker' Anies