Kesehatan

Tak Baik Menurunkan Berat Badan

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 Mei 2019
Tak Baik Menurunkan Berat Badan

tidak ada yang istan dalam menurunkan berat badan. (Foto: Pixabay/stevepb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMANG tidak boleh menurunkan bobot badan? Boleh saja dan dianjurkan bila kamu sudah melebihi bobot normal. Hanya saja yang harus diperhatikan adalah prosesnya. Yang tidak boleh itu adalah menurunkan berat badan secara drastis.

Risiko menurunkan berat badan secara drastis sangat tinggi. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kamu. Alih-alih mencapai berat badan ideal, malah jatuh sakit.

berat badan
Sangat berbahaya bagi kesehatan menurunkan berat badan drastis. (Foto: Pexels/Public Domain Pictures)

Laman Alodokter menuliskan bahwa proese menurunkan beran badan haruslah secara perlahan dengan metodologi yang baik, perlahan dan konsisten. Berat badan dikatakan ideal jika sesuai dengan rentang normal indeks massa tubuh.

Hanya saja pada zaman yang serba instan, tidak lagi dikenal kata sabar untuk memperoleh berat badan yang ideal. Maunya serba cepat, hari ini diet besok sudah kurus. Ya, tidak bisa begitu juga!

Sebenarnya yang harus kamu ketahui bahwa berat badan yang turun drastis bukan berarti lemak di dalam tubuh banyak berkurang. Bukanlah hal yang mudah untuk lemak dapat dibakar dalam waktu seketika. Sebenarnya yang hilang dengan cepat dari dalam tubuh adalah air atau jaringan tubuh lainnya. Diet terlalu ketat pun bisa membuat tubuh kelaparan dan tidak mendapatkan asupan nutrisi penting.

berat badan
Menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan. (Foto: Pixabay/andreas160578)

Bila kamu menurunkan berat badan secara drastis maka akan menimbulkan masalah kesehatan. Bobot tubuh yang berkurang sebanyak 0,9 kg hingga 1,4 kg per minggu dapat menyebabkan kelelahan, massa otot yang hilang, gangguan elektrolit dan metabolisme tubuh. Bukan hanya itu saja kamu bisa malnutrisi atau kekurangan gizi, dehidrasi berakibat rambut rontok, pada perempuan menstruasi yang tidak teratur, sembelit, pusing dan sakit batu empedu.

Bisa kamu bayangkan hanya turun 0,9 kg saja sudah menimbulkan berbagai masalah. Bagaimana dengan kehilangan belasan kilogram.

Sebaiknya menurunkan berat badan yang paling aman adalah dalam seminggu turun setengah kilogram sampai 1 kg. Caranya adalah dengan mengurangi porsi makan, memperbanyak makan sayuran dan buah. Harus memperbanyak asupan protein, rutin olahraga paling tidak 30 menit sehari. Selalu menghindari makanan manis. Begitu juga dengan asupan lemak harus dikurangi kecuali lemak sehat atau baik. Bila hendak diet konsultasikan dahulu dengan dokter atau ahli gizi. (psr)

#Penurunan Berat Badan #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Bagikan