Kesehatan

Tak Ada COVID-19 di Pantai?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 20 Februari 2021
Tak Ada COVID-19 di Pantai?

Pantai diklaim aman dari virus Corona. (Foto: Unsplash/frank mckenna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 yang masih menimpa hampir seluruh negara termasuk Inggris membuat warganya tidak dapat bebas keluar rumah. Memasuki musim panas, warga Inggris berharap bisa melakukan rekreasi keluar rumah khususnya ke pantai.

Harapan ini kian nyata ketika profesor Mark Woolhose seorang ahli epidemiologi di Universitas Edinburgh mengatakan bahwa COVID-19 tidak pernah ada di pantai mana pun meskipun banyak orang. Udara segar serta hangat membuat virus tersebut tidak dapat menyebar di pantai.

Baca juga:

Akibat Pandemi COVID-19, Facebook Batalkan Seluruh Event Hingga Juni 2021

Namun, kata Woolhose tidak semua area outdoor aman seperti pantai. "Pertemuan massal di luar ruangan lainnya, seperti pertandingan sepakbola justru memiliki risiko tinggi untuk terkena virus," ujar Mark Woolhose, mengutip laman Daily Mail.

Selama musim panas, Inggris disuguhi semua berita dan gambar di televisi tentang pantai yang ramai. Banyak pihak yang memprotes tentang hal ini. Protes ini hadir akibat rasa khawatir akan penyebaran COVID-19 yang semakin meluas.

Meski banyak orang, virus tidak bisa menyebar di pantai karena udara segar dan suhu panas. (Foto: CalMatters.co)

Protes ini bisa saja sebagai rasa khawatir karena kurangnya penerapan protokol kesehatan di pantai. Seorang penasihat ilmiah, Boris Johnson di laman Independent mengatakan perjalanan ke pantai adalah hal paling aman saat pembatasan berpergian keluar rumah mulai longgar. Apalagi Inggris kabarnya mengizinkan “staycation” pada musim panas ini untuk menghidupkan kembali industri pariwisata.

Industri pariwisata yang lesu membuat Inggris kehilangan banyak pemasukan dari segi pariwisata. Wisata yang biasanya di akhir pekan ramai dikunjungi seperti salah satunya pantai menjadi dampak nyata imbas pandemi. Pantai benar-benar sepi di masa pandemi. Namun, Woolhose tetap yakin pantai bebas dari paparan COVID-19.

Baca juga:

Perusahaan Ini Siapkan Solusi Liburan di Pantai saat Pandemi COVID-19

"Tidak ada wabah yang terkait dengan pantai yang padat. Tidak pernah ada wabah COVID-19 yang terkait dengan pantai di mana pun di dunia sejauh yang saya ketahui," ujar Woolhose.

Woolhose yakin belum pernah ada paparan virus terjadi di pantai. (Foto: Pexels/Jonas Togo)

Banyak warga Inggris yang masih takut ke luar rumah. Bahkan, turis dari negara lain juga mulai dibatasi untuk dapat masuk ke wilayah Inggris. Hal ini menjadi agenda penting pemerintah Inggris untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi warga sipil maupun pelaku wisata.

Apalagi, Inggris terkenal sebagai negara dengan destinasi favorit didalamnya. Pantai, bangunan bersejarah, spot kuliner menjadi beberapa pilihan wisata terkenal di Inggris. (ard)

Baca juga:

Cara Pria Jomlo ini Cari Pacar Ditengah Pandemi Corona Gegerkan Jagat Maya

#COVID-19 #Virus #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan