Tahun Depan Inggris Diprediksi Kewalahan Menghadapi Omicron
Dibutuhkan kesadaran tetap menjalankan prokes secara ketat. (Foto: Pixabay/fernandozhiminaicela)
VARIAN baru Omicron sudah menampakan diri di berbagai negara di Bumi. Salah satunya adalah di Inggris yang diprediksi akan kewalahan menghadapi varian virus ini.
Melalui program Today BBC radio 4, profesor penyakit menular, Graham Meldey, menyebutkan bahwa bisa terjadi rumah sakit di Inggris menerima hingga 2 ribu pasien per hari karena varian virus itu. Sementara jumlah kasus Omicron melonjak dan dikhawatirkan NHS akan kewalahan di tahun baru.
Baca Juga:
Kasus COVID-19 Melonjak, Broadway Batalkan Sejumlah Pertunjukan
Dari laman Mirror, Meldey menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi saat ini terjadi masih pada orang dewasa. "Tidak menutup kemungkinan orang-orang yang lebih muda juga memerlukan perawatan di rumah sakit dalam hal apapun,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa pada varian sebelumnya, virus ini menyebar ke generasi yang lebih tua. Bisa jadi bahwa varian ini akan menyerang generasi tua.
“Dan kemudian jumlah orang yang masuk ke rumah sakit adalah kombinasi dari orang yang terinfeksi, status vaksin mereka, dan dampak dari omicron,” ungkapnya.
Meldey menegaskan bahwa kemungkinan yang sangat nyata adalah peningkatan jumlah infeksi terus meningkat seperti sebelumnya dan menyebar ke kelompok yang lebih tua.
"Maka kita dapat melihat jumlah peningkatan pasien di rumah sakit lebih dari seribu, mungkin hingga 2 ribu orang dalam sehari,” katanya.
Baca Juga:
Dalam kabinet di Inggris sudah diperingatkan bahwa hanya perlu empat minggu bagi rumah sakit NHS jadi kewalahan. Prediksi yang mengerikan bukan hanya soal membludaknya pasien yang terinfeksi, namun juga pada para tenaga kesehatan (nakes) dan dokter. Dokter dan nakes bisa jadi akan jatuh sakit pada 15 januari, sehingga mereka yang tersisa akan berjuang lebih keras dari sebelumnya untuk merawat pasien.
Para ahli mengatakan bahwa beberapa toko dan restoran harus ditutup. Menurut laman The Sun bahwa para menteri telah diperingatkan beberapa rumah sakit menolak pasien, tetapi ini dibantah oleh Downing Street. Mereka mengatakan bahwa tidak ada diskusi atau peringatan tentang penutupan rumah sakit atau klinik karena varian itu. Mereka menegaskan memiliki langkah-langkah dan prosedur yang kuat, dan mereka sedang melakukan uji coba untuk memastikan bahwa layanan publik dapat berlanjut.
Angka terbaru menunjukan 10 pasien Omicron yang diketahui berada di rumah sakit. Bisa jadi jumlahnya diperkirakan akan meningkat karena lebih banyak kasus yang terinfeksi. Namun Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, mengatakan, bahwa tidak dapat memastikan kematian akibat jenis virus baru. Tetapi memperingatkan ada jeda antara infeksi, rawat inap, dan kematian.
Dia mengatakan negara itu menghadapi 'gelombang pasang' infeksi ketika pemerintah meluncurkan program booster raksasa untuk mengatasi omicron.
Boris Johnson dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada Minggu malam (19/12), dua dosisi vaksin tidak cukup untuk menghentikan penyebaran Omicron dan NHS dapat kewalahan. (Dea)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit