Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, Pemerintah RI Didesak Gugat MV Caledonian Sky

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 15 Maret 2017
Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, Pemerintah RI Didesak Gugat MV Caledonian Sky

MV Caledonian Sky (foto dok noble-caledonia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapal pesiar MV Caledonian Sky berbendera Bahama telah merusak keindahan terumbu karang di kawasan Raja Ampat saat berlayar di kawasan wisata tersebut. Pemerintah Indonesia didesak menuntut ganti rugi kepada operator tur Noble Caledonia.

Ketua Eco Diver Journalis (EDJ) Jekson Simanjuntak menyayangkan kapal pesiar MV Caledonian Sky kabur begitu saja dan tidak bertanggung jawab setelah merusak terumbu karang di Raja Ampat. Kerusakan itu yang ditimbulkan oleh Kapal Caledonian Sky telah menyisakan persoalan lingkungan yang serius.

"Insiden itu telah mengakibatkan kehancuran habitat ekosistem struktural dan mengurangi atau menghilangkan keanekaragaman delapan jenis karang yang ada di Raja Ampat, termasuk acropora, porites, montipora, dan stylophora. Butuh waktu lama untuk memulihkan kawasan tersebut seperti semula," kata Jeckson di Jakarta melalui keterangan tertulis, Rabu (15/3).

Eco Diver Journalists, selaku organisasi jurnalis yang peduli terhadap isu-isu lingkungan, khususnya sumberdaya alam laut menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyesalkan terjadinya kerusakan terumbu karang di situs Crosser Reef, Raja Ampat yang diakibatkan oleh masuknya kapal pesiar, Caledonian Sky, yang memiliki bobot 4.200 GT, pada 4 Maret 2017. Akibatnya, spot tersebut tidak menarik untuk diselami karena karangnya yang telah rusak.

2. Meminta pemerintah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kandasnya kapal Caledonian Sky di perairan Raja Ampat yang mengakibatkan rusaknya terumbu karang seluas 1.600 meter persegi di situs Crosser Reef.

3. Meminta pemerintah melakukan penegakan hukum yang serius dan transparan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kapal pesiar Caledonian Sky sesuai UU 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu, kendati perusahaan asuransi bersedia untuk membayar kerusakan lingkungannya, namun hal tersebut tidak dapat menghilangkan aspek pidananya.

4. Pemerintah harus menghitung secara cermat besaran kerugian yang diakibatkan oleh kandasnya kapal pesiar Caledonian Sky di perairan Raja Ampat, sesuai dengan metode keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

5. Meminta ditegakkannya kembali aturan terkait kapal-kapal yang boleh masuk kawasan Raja Ampat, sebagaimana yang telah diberlakukan selama ini. Termasuk dengan kawasan yang boleh didatangi kapal dengan ukuran tertentu.

6. Meminta perusahaan Noble Caledonia tidak hanya membayar kompensasi atas kerusakan yang telah mereka perbuat, namun juga harus terlibat secara langsung dalam upaya memperbaiki kerusakan terumbu karang di perairan Raja Ampat.

Sebelumnya, kapal pesiar MV Caledonian Sky sepanjang 90 meter mengangkut 102 penumpang dan 79 awak kapal dalam perjalanan 16 hari dari Papua Nugini ke Filipina. Kapal pesiar mewah itu kandas setelah menyelesaikan perjalanan bird-watching ke Pulau Waigeo, Raja Ampat pada 4 Maret 2017.

Sebuah kapal penarik (tug boat) bernama TB Audreyrob Tanjung Priok akhirnya dikerahkan untuk mengeluarkan kapal tersebut. Upaya itu sempat terkendala karena kapal Caledonian Sky terlalu berat dan kondisi air surut.

Informasi yang dihimpun Eco Diver Journalis menyebut, saat kapal kandas, sang kapten, Keith Michael Taylor tetap berupaya menjalankan kapal hingga akhirnya berhasil berlayar pada pukul 23.15 WIT, 4 Maret 2017. Meski kapal akhirnya bisa keluar dari perairan dangkal Raja Ampat dan melanjutkan pelayaran ke perairan Filipina, namun berimbas pada rusaknya terumbu karang di kawasan tersebut.

#Kapal Pesiar #MV Caledonian Sky #Raja Ampat #Terumbu Karang
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Dunia
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Enam penumpang terakhir, yakni empat warga Australia, satu warga Inggris, dan satu warga Selandia Baru, serta beberapa awak kapal turun dari kapal.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Dunia
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Sebelum kapal bertolak, tiga orang di dalam MV Hondius dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Dunia
MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Kapal pesiar berbendera Belanda ini sebelumnya tertahan tanpa bisa berlabuh di Tanjung Verde, tujuan akhir kapal ini.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
  MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Dunia
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah karena penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
 Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Dunia
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia
Hantavirus telah dikonfirmasi pada kasus warga Inggris berusia 69 tahun yang saat ini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia
Dunia
3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus
Hantavirus biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat melalui kotoran, air liur, atau urine.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus
Fun
Animator's Palate di Disney Adventure: Gambar Tamu Hidup Bersama Mickey
Pengalaman unik di kapal Disney Adventure. Tamu menggambar karakter sendiri lalu melihatnya berubah menjadi animasi yang menari bersama Mickey, Minnie, dan Donald.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Animator's Palate di Disney Adventure: Gambar Tamu Hidup Bersama Mickey
Indonesia
KPK Tidak Temukan SK Pencabutan 4 IUP Nikel Raja Ampat Yang Sempat Viral
Pemerintah mengklaim telah resmi mencabut IUP empat perusahaan tambang di kawasan Raja Ampat pada 10 Juni 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Oktober 2025
KPK Tidak Temukan SK Pencabutan 4 IUP Nikel Raja Ampat Yang Sempat Viral
Indonesia
Tambang Nikel di Raja Ampat Kembali Beroperasi, Begini Permintaan Menteri Lingkungan Hidup
Pemerintah mengatur perusahaan tambang tersebut membangun banyak tahapan kolam pengendapan agar saat terjadi hujan yang membawa air larian bukaan tambang tidak langsung jatuh ke badan sungai.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 September 2025
Tambang Nikel di Raja Ampat Kembali Beroperasi, Begini Permintaan Menteri Lingkungan Hidup
Bagikan