Swasembada Bawang Putih, PKS: Mentan Jangan Sekedar Berwacana

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 05 Juli 2017
Swasembada Bawang Putih, PKS: Mentan Jangan Sekedar Berwacana

Sejumlah pekerja mengangkat karung berisi bawang putih yang dijual saat pasar (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan rencana swasembada bawang putih yang dicita-citakan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman harus realistis dan memperhatikan berbagai faktor seperti kondisi produksi dan kapasitas impor.

"Saat ini kebutuhan nasional bawang putih antara 480 ribu sampai 500 ribu ribu ton per tahun, produksi kita hanya mampu penuhi 10-20 persennya," kata Wakil Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan DPP PKS Riyono, Rabu (5/7).

Menurut Riyono, dengan demikian kapasitas impor yang mencapai sekitar 90 persen dari kebutuhan nasional juga perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Ia mengungkapkan, Indonesia pernah swasembada bawang putih pada kisaran tahun 1990-an dengan luas lahan ketika itu mencapai sekitar 28.000 hektare (ha).

Sedangkan, lanjutnya, data Kementerian Pertanian 2016 mengatakan lahan bawang putih hanya 2.043 ha dan untuk mencapai swasembada butuh lahan dengan luasan yang sangat luas dan benih yang sangat banyak.Sementara melihat kondisi lahan dan volume impor yang luar biasa saat ini, Riyono meminta pemerintah harus realistis dan kerja keras guna mewujudkan swasembada bawang putih.

Saat ini, pusat produksi bawang putih tersebar di enam provinsi besar. Data Kementan 2016 menyebutkan produksi bawang putih antara lain NTB 110.009 ton, Jateng 68.191 ton, Jabar 15.478 ton, Jatim 7.779 ton, Sumbar 5.898 ton dan NTT 2.723 ton.

"Bawang putih ini sekarang kita pun sebenarnya impor hanya 500.000 ton. Itu butuh lahan 60.000 hektare," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada wartawan ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/6).

Menurut Amran, salah satu daerah yang dipersiapkan untuk ditanami bawang putih yaitu Temanggung, Jawa Tengah. Hingga 2016, jumlah seluruh lahan yang ditanami bawang putih menurut Amran hanya seluas 150 hektare.

Sebelumnya, Mentan juga menyatakan telah mempercepat target swasembada bawang putih yang tadinya ditargetkan tercapai 2033 menjadi 2019. Menurut Amran, dimajukannya target swasembada bawang putih sebagai hikmah bergejolaknya harga komoditas pangan itu di berbagai daerah belakangan ini.

"Bawang karena bergejolak ada hikmahnya, seharusnya kita swasembada rencana besarnya 2033, tapi kita lompat insya Allah 2019 atau 2020 sudah swasembada. Kita percepat 13 tahun," katanya.

Sumber: ANTARA

#Bawang Putih #Menteri Pertanian #Amran Sulaiman #PKS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Terbukti Terlibat Judi Online, 13 Pejabat Kementan Dipecat Mentan Amran
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memecat 13 pejabat Kementan. Para pejabat tersebut terbukti terlibat judi online.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Terbukti Terlibat Judi Online, 13 Pejabat Kementan Dipecat Mentan Amran
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Ekspor Kopi Indonesia Ditargetkan Rp 100 Triliun Per Tahun
Besarnya potensi Kopi Gayo tidak hanya tercermin dari kualitasnya, tetapi juga dari pengakuan pasar internasional terhadap komoditas unggulan asal Aceh
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Ekspor Kopi Indonesia Ditargetkan Rp 100 Triliun Per Tahun
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
Mentan Lapor ke Presiden Prabowo Harga Sawit Petani sudah Kembali Normal
Pemerintah sangat memperhatikan perkembangan harga TBS di tingkat petani karena tidak ingin petani sawit merugi ketika harga CPO dunia meningkat.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mentan Lapor ke Presiden Prabowo Harga Sawit Petani sudah Kembali Normal
Indonesia
Produksi Beras Indonesia Cetak Rekor Saat Dunia Lesu, FAO Tempatkan RI di Posisi Keempat Global
FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027. Indonesia kini menjadi produsen beras terbesar keempat dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Produksi Beras Indonesia Cetak Rekor Saat Dunia Lesu, FAO Tempatkan RI di Posisi Keempat Global
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Bagikan