Kesehatan

Susu Kental Manis Tidak Memiliki Nilai Gizi

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 07 Juli 2018
Susu Kental Manis Tidak Memiliki Nilai Gizi

Susu kental manis yang tengah kontroversi. (Foto: promf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASYARAKAT Indonesia dihebohkan dengan isu susu kental manis. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan bahwa produk susu kental manis yang beredar di Indonesia tidak mengandung susu.

BPOM menegaskan bahwa susu kental manis tidak dapat menggantikan susu sebagai penambah gizi. Selama ini susu kental manis selalu disajikan sebagai pelengkap makanan seperti martabak, teh tarik, kopi susu, es campur dan lain sebagainya.

Selain itu banyak masyarakat menengah ke bawah yang mengonsumsi susu kental manis sebagai nutrisi tambahan. Mereka pun kerap memberikan susu kental manis untuk anak-anak dengan dalih baik untuk pertumbuhan. Hal tersebut tentu menuai kontroversi.

susu
Susu kental manis tiak ada nilai penambah gizi. (Foto: youtube)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Komisi Pendidikan, Retno Listyarti menilai iklan yang ditampilkan oleh para pengusaha SKM terlalu menggembar gemborkan produk yang ditampilkan. Pihak produsen mengklaim produknya baik untuk pertumbuhan. Masyarakat pun dengan mudah terpengaruh. “Itu jelas pembodohan ,” ujarnya saat ditemui di Kantor Komisi Perlindungan Anak beberapa waktu lalu. Ia menghimbau pihak produsen untuk memberi informasi yang jelas dan tidak melebih-lebihkan produk yang ditawarkan.

Kandungan glukosa yang terlalu banyak pada SKM disebut-sebut dapat menyebabkan obesitas. Berbeda dengan pihak BPOM, Spesialis Gizi Klinik, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Agnes Riyanti Inge Permadhi, Sp GK menjelaskan bahwa produk SKM adalah produk susu namun kandungan nutrisinya rendah.

Rendahnya kandungan nutrisi pada SKM disebabkan oleh proses pengolahan SKM. Kandungan air pada SKM dibuang sehingga produk lebih kental. Untuk memberi cita rasa, produk SKM juga ditambahkan gula dan lemak.

susu
Konsumsilah susu murni. (Foto: leaf)

"Protein yang terdapat di SKM sangat kecil dibandingkan kandungan karbohidrat dan lemaknya," demikian ucapnya saat dihubungi merahputih.com Jumat (6/7). Padahal nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama anak-anak yang dalam masa pertumbuhan adalah protein.

Banyaknya karbohidrat dan lemak di SKM dapat menyebabkan obesitas apabila dikonsumsi terlalu sering. Ini jelas bertentangan dengan klaim produsen yang mengatakan bahwa produk SKM baik untuk pertumbuhan anak. Untuk itu, dr Inge menyarankan para orang tua untuk tidak terlalu sering memberi SKM untuk putra dan putrinya. "SKM tidak bisa dijadikan suplementasi pertumbuhan anak. Nutrisi yang dibutuhkan anak banyak terdapat di telur, ikan, atau susu murni," tegasnya.

Sementara itu, ia memperbolehkan SKM dijadikan sebagai tambahan untuk martabak, es campur dan makanan manis lain supaya makanan lebih gurih. "Kalau untuk penambah makanan boleh saja. Kita kan makan martabak tidak bertujuan untuk pertumbuhan," tukasnya. (avi)

#Susu #Pengolahan Susu
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Saat ini, terdapat sebanyak 96 tempat pengumpulan susu dari sembilan koperasi yang telah masuk dalam program digitalisasi pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Indonesia
80 Persen Susu Indonesia Ternyata Impor, DPR RI Desak Kementan Susun Aksi Nyata Sekarang Juga
Panggah mendesak kementerian terkait segera merumuskan langkah konkret yang lebih fokus dan terukur untuk menyelamatkan industri susu nasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026
80 Persen Susu Indonesia Ternyata Impor, DPR RI Desak Kementan Susun Aksi Nyata Sekarang Juga
Indonesia
Viral Video Susu MBG Gratis Dijual di Minimarket, Begini Penjelasan Kepala BGN
Senada dengan Dadan, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang memastikan bahwa negara tidak berperan sebagai produsen susu kemasan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 April 2026
Viral Video Susu MBG Gratis Dijual di Minimarket, Begini Penjelasan Kepala BGN
Indonesia
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM meminta Nestle untuk menarik susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran. Hal itu dikarenakan adanya dugaan pencemaran toksin.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Indonesia
Indonesia Ekspor Produk Olahan Susu ke Malaysia dan Filipina, Nilainya Capai Rp 1,7 M
Mendag berharap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) dapat mendorong penetrasi produk susu Indonesia ke wilayah Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
Indonesia Ekspor Produk Olahan Susu ke Malaysia dan Filipina, Nilainya Capai Rp 1,7 M
Indonesia
Susu Lokal Wajib 20 Persen di Program Makan Bergizi Gratis, Peternak Sapi Lokal Siap-Siap Kebanjiran Order
Program ini menyasar tiga kelompok penerima utama
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Juni 2025
Susu Lokal Wajib 20 Persen di Program Makan Bergizi Gratis, Peternak Sapi Lokal Siap-Siap Kebanjiran Order
Fun
Kolaborasi Susu dan Dunia Olahraga Gaungkan Gaya Hidup Sehat Jelang World Milk Day 2025
RANS Simba Basketball berkolaborasi dengan KINS Dairy sambut World Milk Day 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Mei 2025
Kolaborasi Susu dan Dunia Olahraga Gaungkan Gaya Hidup Sehat Jelang World Milk Day 2025
Kuliner
Menikmati Susu dalam Dessert Cimory Eat Milk
Membawa konsep 'susu yang bisa dimakan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Mei 2025
Menikmati Susu dalam Dessert Cimory Eat Milk
Foto Essay
Menilik KPBS Pangalengan Koperasi Peternak Sapi Perah yang Kian Modern
Pekerja menunjukkan produk susu kemasan di KPBS Pengalengan, Sabtu (18/2/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Februari 2025
Menilik KPBS Pangalengan Koperasi Peternak Sapi Perah yang Kian Modern
Indonesia
Kepala BGN: Susu Kita 80 Persen Impor
Dadan mengatakan hal itu lantaran mayoritas susu masih impor
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Januari 2025
Kepala BGN: Susu Kita 80 Persen Impor
Bagikan