Survei Membuktikan Stres Selama Pandemi Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Perempuan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 10 November 2021
Survei Membuktikan Stres Selama Pandemi Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Perempuan

Survei membuktikan stres mempengaruhi menstruasi. (Foto Unsplash/Verne Ho)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK dipungkiri kesehatan mental sangat sering dibahas semenjak pandemi. Pembatasan sosial dan bepergian membuat banyak orang tertekan dan lebih mudah stres. Rasa takut hingga kesepian saat pandemi meningkatkan tingkat stres bagi banyak perempuan dan hal ini mempengaruhi perubahan dalam periode bulanan mereka.

Mengutip dari Healthday, lebih dari setengah responden yang mengisi survei secara online, mengaku bahwa mereka mengalami perubahan dalam siklus menstruasi mereka selama pandemi. Termasuk perbedaan gejala pramenstruasi dan dalam waktu antara siklus dan durasi menstruasi mereka.

Baca Juga:

Warna Darah Menstruasi Jelaskan Kondisi Kesehatan

mens
Perrempuan mengalami perubahan dalam siklus menstruasi mereka selama pandemi.(Foto: Pexels/Polina Zimmerman)

"Stres dapat menyebabkan perubahan dalam siklus menstruasi, dan perubahan ini berkisar dari periode yang lebih pendek atau lebih lama hingga perdarahan yang lebih berat atau lebih ringan. Bahkan dapat menyebabkan perempuan tidak mengalami menstruasi sama sekali,” Nicole Woitowich, asisten profesor penelitian Ilmu Sosial Medis di Northwestern University Feinberg School of Medicine, di Chicago.

Perubahan siklus menstruasi yang berhubungan dengan stres dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan. Ini menyebabkan ketidakpastian tambahan bagi individu yang terkena dampak. Terutama bagi mereka yang memantau siklus menstruasi sebagai alat pengendalian kehamilan atau bagi mereka yang secara aktif sedang mencoba untuk hamil.

Dalam penelitian ini, lebih dari 200 perempuan yang menstruasi di Amerika Serikat mengambil bagian dalam survei online antara Juli hingga Agustus 2020. Mereka menjawab pertanyaan tentang tingkat stres selama pandemi dan siklus menstruasi mereka.

Semakin tinggi tingkat stres yang dirasakan perempuan ketika lockdown dimulai, semakin jelas penyimpangan menstruasi mereka, studi tersebut menemukan. Perempuan yang melaporkan tingkat stres yang tinggi lebih mungkin mengalami pendarahan yang lebih berat dan periode yang lebih lama daripada perempuan yang hanya stres selama awal pandemi. Studi ini belakangan dipublikasikan secara online di Journal of Women's Health.

Baca Juga:

Ladies, Ini Beberapa Hal Penting Seputar Menstruasi yang Jarang Diketahui

stres
Stres akibat lockdown menyebabkan perubahan siklus menstruasi. (Foto: Unsplash/Emma Simpson)

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan penyimpangan menstruasi dengan gangguan mood seperti kecemasan dan depresi. Temuan ini mencerminkan apa yang didengar Dr. Susan Khalil, seorang asisten profesor kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York City yang mendengar banyak hal sama dari pasiennya dan meninjau temuan tersebut.

"Ketika stres mempengaruhi siklus menstruasi, kamu akan lebih sulit untuk memprediksi kapan masa kamu subur atau hamil. Ini juga membuatmu lebih sulit untuk melanjutkan program untuk hamil karena sulit untuk memprediksi ovulasi, dan dapat menambah stres karena mencoba untuk hamil," kata Khalil.

Banyak pasien Khalil khawatir bahwa vaksin juga akan menyebabkan perubahan menstruasi. "Vaksin ini aman dan belum dikaitkan langsung dengan perubahan lapisan endometrium, tetapi ini adalah area eksplorasi baru," katanya. (Tel)

Baca Juga:

Perlu Diteliti, Perubahan Siklus Menstruasi setelah Vaksinasi COVID-19

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan