Survei Median Lampu Kuning Jokowi, Elektabilitas Prabowo Cepat Melejit Jaraknya Tinggal 1 Digit
Prabowo-Sandi saat debat perdana (@sandiuno)
MerahPutih.com - Hasil survei terbaru Median bisa jadi lampu kuning bagi pasangan petahana Pilpres 2019 duet Jokowi-Ma'ruf Amin. Jarak elektabilitas mereka dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tinggal tersisa satu digit, 9,2 persen. Apalagi, kenaikaan elektabitas penantang lebih cepat ketimbang petahana.
Survei bertajuk "Jika pilpres dilakukan saat ini, pasangan manakah yang akan Anda pilih?" itu memang menunjukkan pemilih Jokowi-Ma'ruf masih lebih besar ketimbang Prabowo-Sandiaga. Angkanya mencapai 47,9 persen. Meski begitu, angka itu hanya naik 0,2 persen ketimbang survei sebelumnya pada November lalu yakni sebesar 47.7 persen.
"Pasangan Prabowo-Sandiaga dulu waktu November 2018 meraih 35,5 persen. Sekarang naik 38,7 persen. Jadi bisa dilihat naik selisih 3,2 persen," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat melansir hasil riset kemarin di Jakarta.
Menurut Rico, elektabilitas Prabowo-Sandi lebih cepat naik karena mereka bisa mengartikulasikan apa yang jadi keluh kesah masyarakat saat ini. Paslon 02, kata Rico, mampu menyampaikan pesan bahwa beratnya beban hidup sehari-hari merupakan tanggung jawab paslon 01.
Sebaliknya, kata Rico, pemerintahan Jokowi dianggap belum berhasil dalam program yang berkaitan dengan ekonomi dan kemiskinan, harga-harga yang mahal, serta lapangan pekerjaan. Alasan ekonomi jadi penyebab kenapa orang menjawab "tidak" ketika disodorkan pertanyaan: "Mengapa tidak mau memilih pasangan 01?'
"Pemilih menganggap Pak Jokowi belum berhasil membenahi beratnya beban ekonomi sehari-hari. Dia dianggap belum memenuhi janji kampanyenya pada 2014 lalu,” tutur Rico.
Diketahui, survei Median diadakan pada 6-15 Januari 2019 dengan memakai multistage random sampling dan proporsional. Median menghitung survei menggunakan jawaban dari 1.500 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka margin of error survei Median sekitar 2,5 persen. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan