Survei Median Lampu Kuning Jokowi, Elektabilitas Prabowo Cepat Melejit Jaraknya Tinggal 1 Digit

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 22 Januari 2019
Survei Median Lampu Kuning Jokowi, Elektabilitas Prabowo Cepat Melejit Jaraknya Tinggal 1 Digit

Prabowo-Sandi saat debat perdana (@sandiuno)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hasil survei terbaru Median bisa jadi lampu kuning bagi pasangan petahana Pilpres 2019 duet Jokowi-Ma'ruf Amin. Jarak elektabilitas mereka dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tinggal tersisa satu digit, 9,2 persen. Apalagi, kenaikaan elektabitas penantang lebih cepat ketimbang petahana.

Survei bertajuk "Jika pilpres dilakukan saat ini, pasangan manakah yang akan Anda pilih?" itu memang menunjukkan pemilih Jokowi-Ma'ruf masih lebih besar ketimbang Prabowo-Sandiaga. Angkanya mencapai 47,9 persen. Meski begitu, angka itu hanya naik 0,2 persen ketimbang survei sebelumnya pada November lalu yakni sebesar 47.7 persen.

debat capres 2019
Kedua pasangan tampil dengan gaya masing-masing. (Foto: Twitter @SoldaSaju)

"Pasangan Prabowo-Sandiaga dulu waktu November 2018 meraih 35,5 persen. Sekarang naik 38,7 persen. Jadi bisa dilihat naik selisih 3,2 persen," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat melansir hasil riset kemarin di Jakarta.

Menurut Rico, elektabilitas Prabowo-Sandi lebih cepat naik karena mereka bisa mengartikulasikan apa yang jadi keluh kesah masyarakat saat ini. Paslon 02, kata Rico, mampu menyampaikan pesan bahwa beratnya beban hidup sehari-hari merupakan tanggung jawab paslon 01.

Prabowo-Sandiaga. Foto: ANTARA

Sebaliknya, kata Rico, pemerintahan Jokowi dianggap belum berhasil dalam program yang berkaitan dengan ekonomi dan kemiskinan, harga-harga yang mahal, serta lapangan pekerjaan. Alasan ekonomi jadi penyebab kenapa orang menjawab "tidak" ketika disodorkan pertanyaan: "Mengapa tidak mau memilih pasangan 01?'

"Pemilih menganggap Pak Jokowi belum berhasil membenahi beratnya beban ekonomi sehari-hari. Dia dianggap belum memenuhi janji kampanyenya pada 2014 lalu,” tutur Rico.

Diketahui, survei Median diadakan pada 6-15 Januari 2019 dengan memakai multistage random sampling dan proporsional. Median menghitung survei menggunakan jawaban dari 1.500 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka margin of error survei Median sekitar 2,5 persen. (Fdi)

#Pilpres 2019 #Jokowi #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Bagikan