Survei: Mayoritas Warga AS Menentang Serangan Israel di Gaza

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 28 Maret 2024
Survei: Mayoritas Warga AS Menentang Serangan Israel di Gaza

Pemboman Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. Foto: Dok/Xinhua/Khaled Omar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lebih dari 50 persen warga Amerika Serikat dikabarkan tak menyetujui serangan Israel di Gaza. Hal itu merupakan sebuah perubahan besar dari November lalu, di mana setengah warga AS menyetujuinya, demikian menurut survei Gallup pada Rabu (27/3).

“Sebanyak 55 persen saat ini tidak menyetujui tindakan Israel, sementara 36 persen menyetujuinya,” ungkap jajak pendapat tersebut.

Baca juga:

Rumah Sakit Al Amal di Gaza Dievakuasi Paksa oleh Pasukan Israel

Hal itu kontras dengan survei pada November 2023 lalu, ketika 45 persen warga AS tidak menyetujui perilaku Israel. Lalu, 50 persen warga AS menyetujuinya.

Survei terbaru itu juga mengungkapkan, hampir tiga perempat orang mengatakan, mereka mengikuti berita dari Gaza dengan cermat. Kemudian, sepertiganya mengamati situasi tersebut “dengan sangat cermat.”

“Ketidaksetujuan terhadap tindakan militer Israel itu selaras hasilnya, terlepas dari seberapa besar perhatian Amerika terhadap konflik tersebut," papar survei tersebut.

"Namun, mereka yang kurang memberikan perhatian lebih besar kemungkinannya untuk tidak mempunyai pendapat mengenai masalah ini dibandingkan rekan-rekan mereka, sehingga menghasilkan tingkat persetujuan yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang memberikan perhatian lebih besar. perhatian,” lanjutnya.

Baca juga:

140 Orang Tewas akibat Serangan di Gedung Konser Moskow

Selanjutnya, ketiga kelompok pemilih utama juga menjadi kurang menunjukkan dukungannya terhadap tindakan Israel. Pemilih Partai Republik terus menyatakan dukungan paling signifikan, tetapi dukungan mereka turun dari 71 persen pada November menjadi 64 persen saat ini.

Lalu, 75 persen anggota Partai Demokrat dan 60 persen anggota independen tidak menyetujui tindakan militer Israel di Gaza, menurut survei tersebut. Hanya 27 persen warga AS yang menyetujui cara Presiden AS Joe Biden menangani situasi di Timur Tengah, berdasarkan temuan tersebut.

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 1-20 Maret terhadap 1.016 orang dewasa di 50 negara bagian AS dan wilayah District of Columbia. (*)

Baca juga:

UNICEF Sebut 13 Ribu Anak Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

#Israel #Palestina #Konflik Palestina
Bagikan
Ditulis Oleh

Soffi Amira

Berita Terkait

Dunia
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
UNIFIL melaporkan 69 pelanggaran udara Israel di Lebanon, termasuk 25 serangan udara. Serangan juga menghantam ambulans, menewaskan paramedis.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
Dunia
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan anggota UNIFIL asal Serbia dan melukai dua lainnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Dunia
Kuasai Benteng Era Perang Salib Kastil Beaufort, Netanyahu Perintahkan Perluas Operasi di Lebanon Selatan
IDF atau pasukan pertahanan Israel untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Kuasai Benteng Era Perang Salib Kastil Beaufort, Netanyahu Perintahkan Perluas Operasi di Lebanon Selatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan dokumen itu palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Indonesia Tolak Warga Palestina Masuk ke Tanah Air
Dunia
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Uni Eropa resmi menjatuhkan sanksi terhadap 4 lembaga Israel dan pimpinannya atas pelanggaran HAM di Tepi Barat. Sanksi meliputi pembekuan aset dan larangan perjalanan ke negara anggota Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Dunia
Sikap Tegas Malaysia, Bawa Kasus Penangkapan Aktivis oleh Israel ke ke Mahkamah Internasional
Ada rencana untuk membawa konferensi internasional terkait Palestina ke Malaysia pada masa mendatang guna memperkuat upaya advokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Sikap Tegas Malaysia, Bawa Kasus Penangkapan Aktivis oleh Israel ke ke Mahkamah Internasional
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Kasuskan Penyetruman Relawan WNI oleh Israel ke PBB
Aksi represif militer Israel kali ini dinilai sudah melampaui batas kemanusiaan.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
DPR Desak Pemerintah Kasuskan Penyetruman Relawan WNI oleh Israel ke PBB
Indonesia
Siksaan Terberat Relawan Saat Ditahan Israel, Masuk Bilik Khusus Eksekusi Penyiksaan
Jurnalis Indonesia Rahendro Herubowo menceritakan pengalaman pahitnya saat ditahan militer Israel dalam misi flotilla Gaza.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Siksaan Terberat Relawan Saat Ditahan Israel, Masuk Bilik Khusus Eksekusi Penyiksaan
Indonesia
Relawan Mereka Disiksa di Tahanan, GPCI dan GSF Gugat Israel ke Pengadilan Internasional
GPCI bersama GSF menyiapkan langkah hukum internasional terhadap Israel atas penangkapan dan penyiksaan relawan flotilla Gaza, termasuk sembilan WNI.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Relawan Mereka Disiksa di Tahanan, GPCI dan GSF Gugat Israel ke Pengadilan Internasional
Bagikan