Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Surat Sakti Setnov Beredar, Yahya Zaini Enggan Berkomentar

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 21 November 2017
Surat Sakti Setnov Beredar, Yahya Zaini Enggan Berkomentar

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengahi) bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri), dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan) (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah alotnya rapat pleno Partai Golkar, beredar foto dua surat keputusan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang kini mendekam di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi akibat terjerat kasus korupsi proyek e-KTP.

Di salah satu foto yang beredar di kalangan wartawan itu, berisi penunjukkan Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum serta Yahya Zaini dan Aziz Syamsuddin sebagai Plt Sekjen Partai Golkar.

Di sela-sela istirahat rapat pleno Partai Golkar Yahya mengaku belum melihat surat dari tersangka korupsi e-KTP itu atas penunjukkan dirinya sebagai Plt Sekjen Partai Golkar.

"Saya belum tahu dan belum lihat (surat penunjukkan), kalau tadi (surat) yang dibacakan pada rapat pleno di dalam hanya untuk ketua umum saja," ujar Yahya Zaini di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (21/11).

Menurut Yahya, dia hanya mengetahui surat tersebut berisi tentang penunjukkan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Golkar. Yahya menyebut, surat itu telah dibacakan saat rapat pleno berlangsung.

"Yang disebutkan dalam SK cuma pak Idrus (menjadi Plt Ketua Umum)," ungkap Yahya.

Berdasar foto yang didapat MerahPutih.com, surat keputusan yang ditulis tangan langsung oleh Setnov tidak hanya berisi penunjukkan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar, melainkan juga berisi tentang penunjukkan Yahya Zaini dan Aziz Syamsuddin sebagai Plt Sekjen Partai Golkar.

Selain itu, Setnov juga membuat surat serupa yang ditujukan kepada pimpinan DPR RI, agar diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa ia tidak terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Kedua surat tersebut ditulis tangan oleh Setnov dan bertanggal 21 November 2017 atau hari ini.

Lebih lanjut, Yahya menegaskan, dirinya tidak mau berspekulasi tentang penunjukkan menjadi plt sekjen. Dia juga menekankan, semua keputusan harus berdasarkan rapat pleno pada hari ini.

"Semua keputusan dan hasilnya harus berdasarkan dari rapat pleno hari ini. Saya tidak berani berspekulasi dulu sebelum rapat berakhir," pungkas Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar ini. (Pon)

#Setya Novanto #Idrus Marham #Golkar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Indonesia
Legislator Golkar Dorong Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu Lewat DSI, Beberkan Keluhan Petani
Komisi IV DPR RI minta pemerintah evaluasi kebijakan ekspor sawit satu pintu lewat DSI.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Legislator Golkar Dorong Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu Lewat DSI, Beberkan Keluhan Petani
Indonesia
Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral di Medsos, Golkar Angkat Suara
Golkar menilai fenomena viral lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ sebagai kreativitas netizen sekaligus bentuk apresiasi terhadap ketum mereka di Kabinet Merah Putih.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral di Medsos, Golkar Angkat Suara
Indonesia
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Pemerintah Indonesia yang bergerak cepat melakukan komunikasi diplomatik untuk membebaskan para WNI tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Indonesia
Motif Pembunuhan Ketua DPD Golkar Nus Kei, Pelaku Dendam Saudaranya Dibunuh di Bekasi
Pelaku ternyata punya dendam pribadi pelaku ke korban semasa keduanya sama-sama masih di Jakarta.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Motif Pembunuhan Ketua DPD Golkar Nus Kei, Pelaku Dendam Saudaranya Dibunuh di Bekasi
Indonesia
Golkar Desak Polisi Usut Tuntas Penikaman Nus Kei di Bandara Langgur
Sarmuji mengingatkan kader Golkar agar tidak terpancing emosi menyikapi kejadian ini.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Golkar Desak Polisi Usut Tuntas Penikaman Nus Kei di Bandara Langgur
Indonesia
Ketua DPD Golkar Nus Kei Tewas Ditusuk Saat Pijakan Tanah Kelahiran, Dua Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Keluarga korban segera membawa Nus Kei ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan pertolongan medis
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 April 2026
Ketua DPD Golkar Nus Kei Tewas Ditusuk Saat Pijakan Tanah Kelahiran, Dua Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Indonesia
Politikus Golkar Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM
Lonjakan harga minyak global yang mencapai dua kali lipat dari asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 berpotensi membebani anggaran secara signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Politikus Golkar Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM
Indonesia
Golkar Minta Indonesia ‘Melawan’ atas Gugurnya Anggota TNI di Lebanon, Saatnya Cabut dari BoP
Serangan yang merenggut nyawa prajurit TNI merupakan bentuk 'pengangkangan nyata' terhadap perdamaian yang menjadi nilai utama dalam BoP.
Dwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
Golkar Minta Indonesia ‘Melawan’ atas Gugurnya Anggota TNI di Lebanon, Saatnya Cabut dari BoP
Bagikan