Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang

Supple lepas album baru. (foto: dok/supple)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Supple membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya dengan merilis Nothing Can Explain, album perdana mereka di tahun 2026.

Karya ini hadir sebagai kelanjutan dari singel In A Mess, yang sebelumnya menjadi pintu masuk menuju fase kreatif terbaru band tersebut.

Melalui Nothing Can Explain, Supple kembali mengeksplorasi karakter musik yang telah menjadi identitas mereka. Perpaduan unsur indie rock, alternative, dan atmosfer sonik yang kasar tetap menjadi fondasi utama, namun kali ini dikemas dengan pendekatan yang lebih matang dan emosional.

Hasilnya adalah sebuah album yang merepresentasikan perkembangan musikal Supple sekaligus menjadi karya paling utuh sepanjang perjalanan mereka.

Baca juga:

Mengejar Nada Hilang: Pertunjukan Teater Musik Singkat BATDD x Supple

Memperkuat identitas di skena musik alternatif independen

Perilisan Nothing Can Explain semakin mempertegas posisi Supple di ranah musik alternatif independen.

Dalam beberapa waktu terakhir, mereka semakin dikenal melalui penampilan live yang penuh intensitas serta identitas visual yang konsisten.

Musik, arahan artistik, hingga desain dipadukan menjadi satu kesatuan yang membentuk semesta kreatif khas Supple.

Album ini menjadi dokumentasi perjalanan Supple sebagai band, sekaligus kolektif kreatif dari berbagai fase yang kami alami,

Vokalis Supple, Yaka Patra.

Bagi Supple, Nothing Can Explain bukan sekadar rilisan baru. Album ini menjadi fondasi dari dunia kreatif yang ingin mereka bangun. Setiap elemen di dalamnya, mulai dari musik, visual, hingga narasi, saling melengkapi dan membentuk identitas yang akan terus berkembang seiring perjalanan band tersebut.

Kisah tentang akhir, keheningan, dan emosi yang tersisa

Secara tematis, Nothing Can Explain menggambarkan momen ketika segala sesuatu telah berakhir.

Bayangkan sebuah ruangan dengan lampu yang masih menyala setelah pertunjukan selesai. Musik telah berhenti, seluruh penonton telah meninggalkan tempat, dan yang tersisa hanyalah keheningan.

Dalam situasi tersebut, muncul rasa lelah, pikiran yang dipenuhi berbagai pertanyaan, serta emosi yang perlahan mulai memperlihatkan kejujurannya.

Melalui pendekatan tersebut, Supple menghadirkan gambaran tentang fase setelah sebuah perjalanan besar berakhir, ketika seseorang harus berhadapan dengan dirinya sendiri.

Baca juga:

Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace

Delapan lagu yang mengisi album ini membawa pendengar menelusuri berbagai fase emosional.

Mulai dari penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt, seluruh pengalaman tersebut dirangkai menjadi satu perjalanan yang menggambarkan kompleksitas perasaan manusia.

Di sisi lain, album ini juga menghadirkan gambaran mengenai momen romantis yang hanya hidup dalam angan-angan.

Seluruh perjalanan tersebut disatukan melalui sosok The Mask, karakter visual yang terus muncul sepanjang kampanye album.

Karakter tersebut menjadi simbol pengalaman hidup yang tidak dapat diselesaikan secara instan, melainkan harus dijalani melalui proses, waktu, dan ketahanan. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 38 menit lalu
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 21 menit lalu
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
ShowBiz
Lirik Penuh Emosi, ini Kisah di Balik Lagu 'Sang Badut' Raim Laode
Melalui lagu ini, Raim Laode mengangkat kisah tentang seseorang yang tetap memilih bertahan dalam sebuah hubungan, meski menyadari dirinya bukan lagi alasan di balik kebahagiaan orang yang dicintainya.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Lirik Penuh Emosi, ini Kisah di Balik Lagu 'Sang Badut' Raim Laode
ShowBiz
Raster Perkenalkan Single Baru 'Imajiner', Cerita tentang Kegelisahan yang Tidak Terlihat
Raster baru saja merilis single baru Imajiner. Lagu ini menceritakan tentang kegelisahan yang tidak terlihat.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Raster Perkenalkan Single Baru 'Imajiner', Cerita tentang Kegelisahan yang Tidak Terlihat
ShowBiz
Lirik Lagu 'Paris Van Java' Tony Q Rastafara dan Maknanya tentang Kenangan Kota Bandung
Simak lirik lagu 'Paris Van Java' Tony Q Rastafara beserta maknanya tentang kecintaan pada Bandung, kenangan masa muda, persahabatan, dan nostalgia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Lirik Lagu 'Paris Van Java' Tony Q Rastafara dan Maknanya tentang Kenangan Kota Bandung
ShowBiz
Ternyata Bukan tentang Kekalahan, Ini Makna Mendalam Lagu 'Surrender' Natalie Taylor
Simak lirik lagu 'Surrender' Natalie Taylor beserta maknanya tentang keberanian melepaskan, menerima kenyataan, dan berdamai dengan diri sendiri.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ternyata Bukan tentang Kekalahan, Ini Makna Mendalam Lagu 'Surrender' Natalie Taylor
ShowBiz
Makna Lagu 'Ting Ting', Cerita tentang Move On dari Pengkhianatan Cinta
'Ting Ting' menghadirkan lirik yang ringan, mudah diingat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Makna Lagu 'Ting Ting', Cerita tentang Move On dari Pengkhianatan Cinta
ShowBiz
Lukas Graham Kembali ke Akar Musik lewat Single Baru 'Good Times'
'Good Times' memperlihatkan kedekatan Lukas Graham dengan akar musik yang membesarkan dirinya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Lukas Graham Kembali ke Akar Musik lewat Single Baru 'Good Times'
ShowBiz
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
Det-Plag Lust kembali dengan single 'Glass Season' yang memadukan kritik sosial, eksistensialisme, kultur rampak lokal, dan karakter industrial rave.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
Bagikan