Suplemen Vitamin D dan Minyak Ikan dapat Kurangi Risiko Autoimun pada Lansia

annehsannehs - Senin, 07 Februari 2022
Suplemen Vitamin D dan Minyak Ikan dapat Kurangi Risiko Autoimun pada Lansia

Suplemen bisa mencegah autoimun bagi lansia. (Foto: Pixabay/stevepb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH studi yang baru saja dipublikasikan pada British Medical Journal (BMJ) memberikan kabar baik bagi lansia. Studi ini membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dan minyak ikan bisa membantu mencegah lansia terkena penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, penyakit tiroid, dan psoriasis.

Dikutip dari Health, penyakit autoimun adalah kondisi yang mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dirinya sendiri. Secara umum, kondisi ini akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Sebagian besar penyakit autoimun berkembang secara bertahap, biasanya selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Baca juga:

Dekati Penyintas Kanker Dengan Hati Hapus Kesenjangan Perawatan

Banyak orang mulai melirik suplemen untuk daya tahan tubuh (Foto: pixabay/niekverlaan)
Minyak ikan diklaim bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Foto: Pixabay/niekverlaan)

Pada studi yang dipublikasikan pada Januari 2022, para ilmuwan meneliti apakah vitamin D dan minyak ikan yang dikenal atas kemampuannya dalam mengatur sistem kekebalan tubuh bisa memiliki efek perlindungan terhadap penderita autoimun. Kenyataannya, vitamin D dan minyak ikan ampuh untuk memberikan perlindungan dalam mencegah risiko autoimun bagi lansia.

Baca juga:

Canda, Tawa, Hingga Cinta dari Secangkir Kopi

"Tidak ada perawatan atau terapi pencegahan lain yang tersedia untuk gangguan autoimun," ungkap salah satu peneliti JoAnn Manson, MPH, kepada Health. "Suplemen ini mungkin bisa mengurangi morbiditas terkait gangguan autoimun," tambahnya.

Studi ini memberikan partisipan sebanyak 2,000 IU vitamin D per hari. Dosis ini terletak diantara rekomendasi dosis harian menurut National Institutes of Health's Office of Dietary Supplements untuk orang dewasa yakni 600-800 IU dan lansia, yakni 4,000 IU. Di sisi lain, rekomendasi vitamin D ini diutamakan untuk menjaga kesehatan tulang, bukan untuk mencegah autoimun.

"Orang-orang harus memikirkan bahwa minum terlalu banyak vitamin D malah bisa jadi keracunan. Maka dari itu tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi lebih dari 2,000 IU per hari," ungkap seorang rheumatologist di University of Miami Health System, Ozlem Pala, MD.

Yuk rutin minum suplemen. (Foto pixabay/Henryk Niestrój)
Yuk rutin minum suplemen. (Foto Pixabay/Henryk Niestrój)

Sedangkan konsumsi minyak ikan pada studi ini adalah 1,000 mg per hari dengan rekomendasi dosisi harian untuk omega-3 adalah 1,100 sampai 1,600 mg per hari untuk orang dewasa.

Meskipun sebagian besar suplemen dan vitamin itu aman dikonsumsi sehari-hari, bisa saja ada kemungkinan bahwa kamu mengonsumsinya terlalu banyak dan mengalami keracunan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter mengenai keputusan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dan minyak ikan setiap hari. (SHN)

Baca juga:

Bongkar Klaim Vitamin C Dapat Menyembuhkan COVID-19

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan